Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Tidak Terdeteksi Pagi Ini

4 hours ago 2
Jakarta -

BMKG mengungkap sebaran abu vulkanik di 5 gunung api di Indonesia. BMKG menyebut sebaran abu vulkanik tidak terdeteksi di 3 gunung api dan terdeteksi di 2 gunung api.

Hal itu diungkap BMKG di akun Instagram resminya @infobmkg, Jumat (11/9/2026). Berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9, per pukul 07.00 WIB, sebaran abu vulkanik tidak terdeteksi di 3 gunung api, seperti Gunung Anak Krakatau, Gunung Dukono, dan Gunung Ibu.

"Sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak terdeteksi," kata BMKG.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BMKG memberikan disclaimer bahwa sebaran debu vulkanik belum dapat dipastikan karena wilayah gunung api tertutup awan. BMKG juga menginformasikan debu vulkanik yang tidak teridentifikasi pada produk analis satelit bukan berarti debu vulkanik tidak ada.

Sementara itu, sebaran abu vulkanik terdeteksi di Gunung Lewotolok dan Semeru. Di gunung Semeru, sebaran abu vulkanik bergerak ke arah tenggara dengan ketinggian 15 ribu kaki atau 4,5 km.

"Bergerak ke arah tenggara, mencakup sebagian Kabupaten Lumajang," kata BMKG.

Sedangkan sebaran abu vulkanik di Gunung Lewotolok bergerak ke arah barat dengan ketinggian 7.000 kaki atau 2,1 km. Abu vulkanik tersebar hingga Kabupaten Lembata.

"Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 7.000 kaki (2,1 km) bergerak ke arah barat, mencakup sebagian Kabupaten Lembata," katanya.

Tiga Gunung Api Erupsi Pagi Ini

Sebelumnya, tiga gunung api mengalami erupsi pagi ini, yaitu Gunung Semeru, Ili Lewotolok, dan Gunung Ibu. Erupsi tersebut berdurasi 41 detik hingga 187 detik.

Dikutip dari situs Magma Badan Geologi, Jumat (11/9/2026), ketiga gunung tersebut erupsi dengan waktu dan durasi yang berbeda. Gunung Semeru berada di Jawa Timur, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, Gunung Ibu di Maluku Utara.

Gunung Ibu

Tercatat pagi ini Gunung Ibu mengalami erupsi 2 kali, yaitu pada pukul 08.56 WIT dan 08.58 WIT. Pada pukul 08.56 WIT, erupsi tersebut tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 18 mm dan durasi 41 detik.

Sementara pada erupsi yang kedua pukul 08.58 WIT pagi ini, terekam seismograf erupsi tersebut dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 45 detik. Visual letusan tidak teramati.

Namun pada tengah malam tadi Gunung Ibu juga mengalami erupsi tepatnya pukul 00.49 WIT dengan tinggi kolom abu 400 m di atas puncak atau 1.725 m di atas permukaan laut, dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 48 detik. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut.

Gunung Ili Lewotolok

Pada pagi ini, Gunung Ili Lewotolok juga mengalami 2 kali erupsi yang tercatat pada pukul 07.09 Wita dan 08.02 Wita. Pada erupsi pertama pukul 07.09 Wita tinggi kolom abu teramati ± 600 m di atas puncak atau 2.023 m di atas permukaan laut. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 48 detik.

Pada dini hari tadi, Gunung Ili Lewotolok juga tercatat mengalami erupsi 3 kali tepatnya pukul 00.57 Wita, 02.08 Wita, 02.21 Wita. Pada pukul 00.57, erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 70 detik.

Sedangkan pada pukul 02.08 Wita, erupsi itu dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 63 detik. Tinggi kolom abu teramati 500 m di atas puncak atau 1923 m di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat.

Sementara pada pukul 02.21 Wita tadi, tercatat erupsi Gunung Ili Lewtolok dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 94 detik. Tinggi kolom abu teramati ± 600 m di atas puncak atau 2023 m di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat.


Gunung Semeru

Lebih lanjut, Gunung Semeru juga mengalami erupsi pada dini hari tadi tepatnya pukul 00.26 WIB. Selanjutnya pada pagi hari, Gunung Semeru meletus tiga kali, yang tercatat pukul 04.27 WIB, 05.05 WIB, 06.16 WIB.

Pada erupsi pertama dan kedua visual letusan Gunung Semeru tidak teramati. Kemudian pada erupsi ketiga, pukul 06.16 WIB visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 187 detik.

(yld/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |