Pomau Usut Kematian Tak Wajar Prajurit TNI AU di Magetan

4 hours ago 1

Jakarta -

Prajurit TNI AU di Magetan, Jawa Timur (Jatim), bernama Serda Ahmad Muzammul Farisa (AMF) diduga meninggal secara tak wajar. TNI AU mengusut kasus tersebut.

"Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau) saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan kekerasan yang dialami Serda AMF untuk mengungkap secara utuh kronologi serta fakta-fakta yang berkaitan dengan kejadian tersebut," demikian keterangan TNI AU lewat akun Instagram @militer.udara, Jumat (11/9/2026).

TNI AU menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya Serda AMF pada Kamis (10/9). TNI AU turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Serda AMF.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," ungkapnya.

TNI AU memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pihak yang dinyatakan bersalah akan diberi sanksi.

"Pomau telah meminta keterangan dari sejumlah pihak serta mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti yang diperlukan. Pemeriksaan terhadap sejumlah personel masih berlangsung," katanya.

Prajurit TNI AU Meninggal Tak Wajar

Prajurit TNI AU, Serda Ahmad Muzammul Farisa, diduga meninggal secara tak wajar. Ayah Serda Ahmad, Toni Eko Prasetyo, mengatakan anaknya mengalami luka di wajah dan dada.

"Luka di wajah bagian dagu dan bagian dada infonya," kata Toni dilansir detikJatim, Jumat (11/9).

Dia mengetahui kondisi jasad anak pertamanya itu melalui kiriman file foto. Jenazah Serda Ahmad tiba di rumah duka pada dini hari tadi karena lebih dulu diautopsi di Jakarta.

Toni mengatakan putranya diduga meninggal akibat jadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh seniornya sekitar 4 orang saat di asrama pada Kamis (10/9) pagi sekitar pukul 03.00 WIB. Toni sempat mendapat kabar simpang siur soal penyebab tewas anaknya.

"Pukul 04.00 WIB saya dihubungi bahwa anak saya meninggal dunia karena kecelakaan. Tapi ada teman lainnya menginfokan jika tidak kecelakaan, tapi dianiaya senior," ucap Toni.

(jbr/dhn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |