Pinrang -
Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Suardi, minta maaf usai diduga memukul sopir ambulans RSUD Musiding. Suardi mengaku spontan saat Ambulans menyenggol anak kecil saat karnaval 17 Agustus.
"Mewakili Satpol PP, kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh netizen yang menganggap Satpol PP melakukan tindakan kekerasan. Padahal ini murni tindakan spontanitas atas apa yang terjadi di lapangan," ujar Suardi kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suardi menjelaskan ada kesalahpahaman saat insiden terjadi apalagi keduanya sama-sama sedang bertugas. Dia mengklaim sopir ambulans sudah dicegat untuk tidak melintas di kerumunan penonton karnaval dan lewat melali jalur lain.
"Sebenarnya ada kesalahpahaman antara kedua belah pihak di mana sama-sama bertugas. Pada waktu itu sopir ambulans tiba-tiba datang dengan kecepatan tinggi. Sudah dihalau dan dialihkan oleh pihak Perhubungan, namun tetap menerobos barisan depan hingga menabrak salah satu penonton," dalih Suardi.
"Secara spontan, saya sebagai pihak keamanan di tempat kejadian melakukan tindakan yang seolah-olah dilihat oleh para penonton memukul. Padahal tidak mengenai korban karena mobil sedang berjalan," tambahnya.
Suardi juga menyampaikan permohonan maaf secara pribadi kepada pihak yang merasa dirugikan. Terutama sopir dan institusi dari RSUD Madising.
"Secara pribadi, saya memohon maaf kepada pihak yang dirugikan, terutama untuk pihak RSUD Madising. Saya sekali lagi memohon maaf yang sebesar-besarnya," imbuhnya.
Baca selengkapnya di sini
Lihat juga Video: Sopir Ambulans di Ciamis Meninggal saat Antar Jenazah
(idh/dhn)


















































