Jakarta, CNBC Indonesia - Laporan lengkap Indonesia Most Recommended Brands 2026 dari lembaga riset YouGov mengungkapkan sifat khas masyarakat Indonesia yang sangat menonjol. Dibandingkan konsumen di banyak negara lain, orang Indonesia jauh lebih cenderung merekomendasikan sesuatu yang baik daripada memperingatkan tentang sesuatu yang buruk. Pola ini terlihat jelas di seluruh data survei dan membentuk wajah persaingan merek yang unik di tanah air, Senin (21/9/2026).
Secara keseluruhan, selisih antara persentase yang memberikan rekomendasi positif dan yang menyampaikan penilaian negatif tercatat sangat lebar. Artinya, masyarakat lebih didorong oleh rasa puas yang ingin dibagikan kepada orang terdekat, bukan oleh kekecewaan yang ingin disebarkan.
Sebanyak 73 persen warga RI mengaku membagikan pengalaman positifnya dari mulut ke mulut, 51 persen melalui rating, dan 45 persen lewat media sosial. Sebaliknya, hanya 4 persen warga RI yang membagikan pengalaman negatifnya baik lewat media sosial maupun review.
Kebiasaan inilah yang secara langsung menentukan nama-nama yang menempati posisi teratas.
Shopee. (REUTERS/Edgar Su/File Photo) Foto: Shopee. (REUTERS/Edgar Su/File Photo)
5 Merek Teratas di Indonesia
Berikut peringkat lima merek teratas beserta skor rekomendasi positifnya:
1. Samsung
Samsung memimpin bukan hanya karena produknya banyak dijual, melainkan karena pengalaman pemakaiannya yang konsisten membuat penggunanya bangga merekomendasikannya. Hampir setiap indikator berada di atas 89 persen, menunjukkan kepuasan yang menyebar merata ke berbagai kalangan, dari pengguna ponsel harian hingga pemilik perangkat elektronik lainnya. Angka rekomendasi 91,2 persen hampir sama persis dengan angka kepuasan, yang berarti orang yang merasa puas memang benar-benar mengajak orang lain ikut memilih merek yang sama.
2. Shopee
Kehadirannya di seluruh wilayah Indonesia, dari kota besar hingga desa terpencil, menjadikan Shopee nama yang paling dikenal dalam perdagangan daring. Banyak orang yang awalnya ragu berbelanja lewat internet akhirnya mencoba karena teman atau kerabat membagikan pengalaman yang lancar. Pengalaman positif itu kemudian berulang dan disebarkan kembali, menciptakan lingkaran pertumbuhan yang didorong sepenuhnya oleh cerita dari mulut ke mulut. Inilah kekuatan yang membuat skor rekomendasinya nyaris menyamai pemimpin peringkat.
3. Allianz
Posisi ketiga yang diraih penyedia jasa asuransi ini mengungkapkan perubahan penting dalam pola pikir masyarakat. Hal yang jarang dibicarakan sehari-hari ternyata menjadi topik yang dibagikan ketika seseorang merasakan manfaatnya secara nyata. Saat perlindungan berfungsi tepat waktu dan sesuai janji, pengalaman itu disampaikan kepada keluarga dan teman dekat. Kepercayaan tidak tumbuh secara cepat, namun berakar kuat dari pengalaman nyata yang dibagikan secara pribadi.
4. Apple
Meskipun harganya berada di kelompok tertinggi, Apple tetap direkomendasikan secara luas karena penggunanya merasa kualitas yang diterima sebanding dengan nilai yang dibayarkan. Di Indonesia, masyarakat tidak segan menyarankan sesuatu yang harganya lebih mahal selama mereka percaya kualitasnya memang unggul. Kesetiaan ini terlihat dari skor reputasi yang tinggi, menunjukkan bahwa merek ini dihormati meskipun tidak dimiliki oleh semua orang.
5. Netflix
Layanan hiburan ini menjadi satu-satunya platform tontonan yang masuk lima besar, menandakan sepenuhnya perubahan kebiasaan menonton di rumah-rumah Indonesia. Rekomendasi datang ketika orang menemukan tontonan yang cocok dengan selera keluarga, dan kemudian menceritakannya kepada kerabat. Kebiasaan berkumpul di depan layar bersama anggota keluarga ternyata menjadi pengalaman yang paling sering dibagikan, menjadikan nama ini dikenal di seluruh penjuru negeri.
Perilaku Unik Konsumen Indonesia
Data survei menunjukkan perbedaan mencolok antara konsumen di Indonesia dengan pasar lain:
- Rata-rata persentase yang memberikan rekomendasi positif jauh lebih tinggi dibandingkan yang menyampaikan peringatan negatif. Di beberapa negara lain, pengalaman buruk menyebar lebih cepat dan lebih luas dibandingkan pengalaman baik. Di Indonesia, hal sebaliknya yang terjadi.
- Rekomendasi dari kerabat atau teman jauh lebih dipercaya dibandingkan iklan apa pun. Keputusan membeli sering kali diambil setelah mendengar cerita langsung dari orang yang dikenal, bukan melihat tayangan di layar.
- Merek yang hadir secara merata di berbagai wilayah, bukan hanya di kota besar, mendapatkan kepercayaan yang lebih kuat. Ketersediaan layanan di tempat tinggal seseorang menjadi salah satu alasan utama merekomendasikan suatu jasa atau produk.
- Konsumen Indonesia makin cerdas menilai nilai. Harga termurah tidak selalu menjadi pilihan utama. Jika kualitas dan pelayanan terbukti baik, masyarakat bersedia membayar lebih dan justru akan merekomendasikannya kepada orang lain.
- Teknologi sudah menjadi kebutuhan dasar. HP, belanja daring, dan hiburan melalui internet kini dianggap setara dengan kebutuhan pokok. Merek yang menyediakannya mendapatkan kepercayaan tertinggi.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

















































