Warga mengadu soal data desil yang dinilai tak sesuai kondisi ekonomi. Sejumlah warga mengaku kehilangan akses PIP dan KJP akibat perbedaan data.
Warga mendatangi Posko Pengaduan Desil di Bumi Pospera, Jakarta, Senin (21/9/2026). Posko Perjuangan Rakyat membuka Posko Pengaduan Desil dengan menginventarisasi data warga berdasarkan predikat Desil yang diterima oleh warga tidak sesuai dengan kondisi sosial dan ekonominya. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Posko tersebut menjadi tempat warga menyampaikan persoalan terkait data desil yang mereka kaitkan dengan akses terhadap sejumlah program pemerintah. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Sejumlah warga mengeluhkan tidak mendapatkan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang mereka kaitkan dengan posisi Desil. Menurut dia, sebagian warga dengan kondisi ekonomi kurang mampu justru tercatat dalam Desil yang lebih tinggi. “Banyak warga datang ke Pospera mengadukan tidak mendapat program PIP dan KJP karena terbentur Desil," ungkapnya. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Sejumlah warga disebut turut mengadu soal data tersebut. Seorang ibu rumah tangga mengaku keluarganya tercatat dalam desil 6. Suaminya bekerja sebagai pengamen dan anaknya masih bersekolah, tetapi keluarga itu disebut tidak memperoleh PIP maupun KJP. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

















































