RI Sudah Jadi Produsen Baterai EV? Moeldoko Ungkap Hal Tak Terduga

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia tengah membangun ekosistem kendaraan listrik, termasuk industri baterai. Namun, rantai pasok baterai nasional ternyata masih menyisakan persoalan karena sejumlah komponen yang diproduksi di dalam negeri belum sepenuhnya terintegrasi dengan industri hilir.

Ketua Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko mengungkapkan Indonesia sudah memiliki produksi katoda dan anoda. Bahkan, fasilitas tersebut telah menjadi bagian dari rantai pasok global.

"Mungkin perlu melihat bagaimana pabrik katoda dan anoda yang ada di Kendal. Mereka menjadi hub market dunia. Dari situlah mereka menjual berbagai produknya, katoda dan anoda ke berbagai negara," kata Moeldoko dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Senin (21/9/2026).

Namun, persoalannya muncul ketika produk tersebut masuk ke tahap berikutnya. Katoda dan anoda yang diproduksi di Indonesia justru diekspor sebelum kembali ke Indonesia dalam bentuk battery cell.

"Sebenarnya itu sudah ada di depan mata kita. Tetapi persoalannya, katoda dan anoda ini diekspor ulang. Setelah itu, kembali lagi ke Indonesia dalam bentuk battery cell," ujarnya.

Setelah battery cell masuk ke Indonesia, produk tersebut baru menjalani proses packaging oleh perusahaan di dalam negeri. Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat celah dalam pendalaman industri baterai nasional.

"Battery cell ini itu baru di-packaging oleh perusahaan-perusahaan kecil kita. Bahkan juga perusahaan besar juga masih packaging," kata Moeldoko.

Menurut dia, Indonesia sebenarnya sudah memiliki modal awal untuk mengembangkan industri baterai karena katoda dan anoda telah diproduksi di dalam negeri. Tantangannya adalah bagaimana meningkatkan integrasi rantai nilai agar lebih banyak proses dilakukan di Indonesia.

"Nah, intinya bahwa sungguhnya kalau kita akan bermain di baterai, itu ada katoda anodanya sudah diproduksi di dalam negeri," ujarnya.

Pemerintah kini membangun Indonesia Battery Corporation atau IBC sebagai salah satu upaya memperkuat ekosistem baterai nasional. Peningkatan TKDN dan pendalaman industri menjadi penting agar Indonesia tidak hanya menjadi tempat perakitan atau packaging, tetapi mampu menguasai rantai nilai baterai kendaraan listrik secara lebih utuh.

"Tetapi sekarang kita baru pemerintah membuat IBC dan harapan kita dari IBC nanti itu akan meningkatkan TKDN kita. TKDN kita akan meningkat," katanya.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |