Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 260 satelit Starlink terbakar saat masuk kembali di atmosfer Bumi. Kejadian ini dilaporkan terjadi selama enam bulan, mulai Desember 2025 hingga Mei 2026.
Dari ratusan satelit itu, 176 satelit adalah satelit generasi pertama. Sementara sisanya adalah generasi kedua, dikutip dari PC Mag, Jumat (3/7/2026).
Laporan setengah tahunan dari SpaceX pemilik Starlink pada FCC juga menyebutkan 349 satelit telah dinonaktifkan selama periode yang sama. Satelit tersebut rencananya bakal dimusnahkan.
Jumlah satelit Starlink yang telah diluncurkan lebih dari 10 ribu unit. Perusahaan merencanakan tiap satelit beroperasi hanya selama lima tahun dan akan memperbaruinya.
Satelit lama itu akan dibuang dengan cara mengirimkan ke atmosfer Bumi agar bisa terbakar. Sebelumnya, SpaceX telah menghancurkan 218 satelit selama periode Juni hingga November 2025.
Terkadang SpaceX juga menurunkan orbit satelit tua. Jumlahnya bisa empat hingga lima satelit per hari. Tercatat 472 satelit Starlink diturunkan selama Desember 2024 hingga Mei 2025 lalu.
Sejumlah pihak menyuarakan kekhawatiran dari aktivitas ini. Proses de-orbiting disebut bisa melepaskan gas perusaak ozon yang berbahaya.
Para peneliti mendesak adanya studi lanjutan soal masalah ini hingga meminta AS melakukan tinjauang lingkungan.
(fab/fab)
Addsource on Google


















































