Purbaya Akui Kelola APBN Kini Makin Berat: Harga Minyak Tinggi Sekali

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, harga minyak dunia yang kini terus meninggi membuat pengelolaan APBN makin berat.

Menurutnya, tantangan itu yang turut memengaruhi keputusan pemerintah untuk mengoptimalkan pagu anggaran transfer ke daerah (TKD), meski komitmennya tetap menjaga roda pemerintahan di daerah tetap berjalan.

"Tantangan kita kan berat sekali kan, kita menghadapi ketidakpastian global di mana harga minyak dunia tinggi sekali," kata Purbaya saat rapat kerja dengan Komite IV DPD, Jakarta, dikutip Senin (14/9/2026).

Oleh sebab itu, ia menekankan, pemerintah kini tengah mengoptimalkan anggaran belanja negara untuk belanja yang memberikan dampak langsung bagi ekonomi masyarakat.

Purbaya memastikan, di tengah besarnya tantangan itu, pemerintah akan terus menjaga defisit APBN tetap di bawah batas aman Undang-Undang Keuangan Negara sebesar 3% dari produk domestik bruto (PDB).

"Sehingga saya harus mengoptimalkan itu, supaya anggarannya tidak defisit di atas 3% PDB, sementara fungsi-fungsi utama pemda masih bisa berjalan," paparnya.

Purbaya mengucapkan bahwa sebetulnya pemerintah pusat ingin terus meningkatkan anggaran TKD sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Namun, stabilitas fiskal pemerintah pusat ia tegaskan saat ini menjadi sangat penting dijaga.

"TKD waktu saya sebelum masuk dipotong Rp 200 triliun, kalau enggak salah dibanding tahun sebelumnya. Tapi saya langsung tambah Rp 45 triliun, saya tambah lagi kemarin Rp 20 triliun pada Agustus. Jadi kita akan coba tambah terus secaa bertahap tapi kita akan perhatikan terus kemampuan anggaran kita," ujar Purbaya.

Sebagaimana diketahui, harga minyak dunia melonjak pada perdagangan Minggu (13/9/2026) setelah Arab Saudi menutup jalur pipa minyak utama yang menghubungkan wilayah penghasil minyak di kawasan Teluk Persia dengan terminal ekspor di Laut Merah.

Penutupan tersebut menambah kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak global di tengah konflik Iran dan Amerika Serikat (AS) serta ketidakpastian keamanan di Selat Hormuz.

Mengutip CNBC International, Senin (14/9/2026), kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS tercatat naik 2,8% menjadi US$102,87 per barel pada pukul 18.27 waktu setempat. Sementara itu, minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, menguat 3,1% ke US$107,87 per barel.

Kenaikan harga minyak terjadi setelah serangan drone yang diluncurkan dari Irak merusak pipa minyak East-West milik Arab Saudi pada Kamis (10/9/2026). Pemerintah Arab Saudi kemudian menutup jalur pipa strategis tersebut.

Hingga kini, Riyadh belum mengungkapkan tingkat kerusakan pipa maupun berapa lama penutupan akan berlangsung.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |