Pramono Bakal Rapat Khusus soal Ikan Sapu-Sapu, Minta Semua Walkot Basmi

7 hours ago 4

Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bakal menggelar rapat khusus untuk membahas penanganan ikan sapu-sapu yang dinilai mengancam ekosistem perairan di Jakarta. Ia juga meminta seluruh wali kota di Jakarta turun tangan membasmi ikan invasif tersebut.

"Dalam waktu dekat ini pemerintah DKI Jakarta akan mengadakan rapat khusus mengenai ikan sapu-sapu karena saya akan minta seluruh wali kota untuk menangani ini," kata Pramono di Jakarta Timur, Selasa (14/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pramono menjelaskan ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang berasal dari Amerika Selatan dan memiliki daya tahan tinggi. Keberadaannya dinilai merusak keseimbangan ekosistem karena menjadi predator bagi ikan lokal.

"Apalagi ini ikan yang berasal dari Amerika Selatan, mereka sangat kuat dan kemudian menjadi predator bagi ikan-ikan lokal, wader dan sebagainya. Makanannya diambil semua," ujarnya.

Selain itu, ikan sapu-sapu juga disebut merusak infrastruktur bantaran sungai karena membuat lubang sebagai tempat tinggalnya.

"Dan mereka merusak tanggul-tanggul yang ada karena rumahnya itu di sana," tambahnya.

Pramono menegaskan penanganan ikan sapu-sapu akan dilakukan secara serius dan terkoordinasi di seluruh wilayah Jakarta. Ia berharap langkah ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

"Penanganan ini kami akan lakukan secara serius karena Jakarta mudah-mudahan bisa jadi role model untuk itu," tuturnya.

Sebelumnya, sebanyak 100 personel gabungan dari Dinas KPKP DKI hingga Gulkarmat Jakarta Pusat menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu di Kali Cideng, tepat di depan Plaza Indonesia, Menteng. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menangkap 41 ekor ikan sapu-sapu berukuran besar, yang selama ini dianggap mengganggu ekosistem sungai.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok menyebut penangkapan dilakukan untuk memberantas ikan invasif. Aksi serupa juga sudah dilakukan di Kali Ciliwung.

"Sebelumnya kami juga sudah menyelesaikan permasalahan serupa di Kali Ciliwung," ujar Hasudungan dalam keterangan, Jumat (10/4).

(bel/yld)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |