Jakarta, CNBC Indonesia - "Malapetaka" baru sepertinya menghantam Amerika Serikat (AS). Ini terkait tingkat partisipasi angkatan kerja di Amerika Serikat (AS) dilaporkan merosot tajam, di mana angkanya menembus 61,5% pada bulan Juni 2026.
Hal ini merujuk ke data resmi yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) Kamis waktu setempat. Penurunan drastis di luar era pandemi Covid-19 ini menjadi rekor terendah dalam 50 tahun terakhir atau tepatnya sejak Juni 1976.
Penurunan tingkat pengangguran tersebut dipicu oleh "eksodus massa"l atau fenomena "mundurnya para pencari kerja yang memilih untuk berhenti sama sekali dari pasar tenaga kerja". Hal ini karena mereka merasa kesempatan sangat terbatas.
Berdasarkan survei rumah tangga BLS, jumlah angkatan kerja di AS anjlok seketika sebanyak 720.000 orang hanya dalam bulan Juni. Sementara kelompok masyarakat yang dikategorikan tidak lagi mencari kerja melonjak pesat hingga 832.000 orang.
"Tingkat pengangguran turun menjadi 4,2% karena jumlah pekerja yang menganggur dan ukuran angkatan kerja sama-sama menyusut," tulis kepala ekonomi AS di RBC, Mike Reid, dalam sebuah ulasan setelah laporan tersebut dirilis, mengutip CNBC International.
"Ini bisa jadi merupakan cerita tentang pensiun, tetapi bisa juga merupakan cerita tentang mantan pencari kerja yang keluar dari angkatan kerja," tambahnya.
Penurunan tajam partisipasi ini awalnya sering kali dikaitkan dengan menyusutnya populasi imigran serta gelombang pensiun dari generasi baby boomers dan Gen X. Namun, data bulan Juni mematahkan argumen tersebut.
Penurunan paling drastis justru datang dari kelompok pekerja usia produktif (prime age) di rentang umur 25 hingga 54 tahun. Di mana tingkat partisipasi mereka anjlok 0,6 persen poin menjadi 83,3%, level terendah sejak Desember 2023.
Sebenarnya, beberapa ekonom menilai data ini terlalu fluktuatif akibat adanya penurunan besar pada jumlah pekerja di sektor rekreasi dan perhotelan. Namun tren penyusutan angkatan kerja ini dinilai terus berlanjut secara konsisten.
"Melihat statistik sekarang, argumen (pensiun) itu tidak bertahan dengan baik," ujar ekonom senior untuk Amerika Utara di Allianz, Dan North.
"Apa yang benar-benar memengaruhi saya bukanlah tingkat penganggurannya. Perkembangan penting adalah tingkat partisipasi, dan ini merupakan penurunan besar dalam satu bulan, serta penurunan yang cukup besar selama setahun terakhir. Saya pikir ini angka yang lebih penting," ujarnya menambahkan bahwa dirinya enggan menggunakan kata 'mengkhawatirkan' tetapi angka-angka ini sangat perlu menjadi perhatian.
Di sisi lain, secara tahunan, total angkatan kerja AS tercatat sudah menyusut sedikit di atas 1 juta orang, diikuti dengan penurunan jumlah orang yang bekerja sebesar 1,06 juta orang. Sementara peringkat pengangguran naik tipis sebanyak 40.000 orang.
Kondisi ini membuat rasio lapangan kerja terhadap populasi merosot ke level 59% pada Juni, yang terendah sejak Oktober 2021. Ini terjadi di saat survei pembentukan lapangan kerja hanya menunjukkan pertumbuhan tipis, sebanyak 57.000 pekerjaan baru di bulan Juni, sedangkan tingkat survei rumah tangga riil justru anjlok hingga 507.000 pekerja.
"Sangat mengejutkan melihat 720.000 orang berhenti mencari kerja sama sekali dan sektor perhotelan kehilangan pekerjaan," tulis kepala ekonom di Navy Federal Credit Union, Heather Long.
"Ini adalah pasar tenaga kerja yang lebih baik daripada setahun lalu, tetapi peluangnya terbatas," ujarnya.
(tps/sef/tps)
Addsource on Google


















































