Petaka Blokir Trump Menggila, Tak Ada Ampun Buat China

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang militer yang masih terus berlangsung di Timur Tengah agaknya tak membuat Amerika Serikat (AS) meredam perang dagang dengan China. Terbaru, Komisi Komunikasi Federal (FCC) mengusulkan larangan impor baru untuk peralatan elektronik buatan China dari sekelompok produsen.


Sebelumnya, AS sudah melarang persetujuan model baru pada tahun 2022. Pada 2021 lalu, FCC juga telah menambahkan peralatan telekomunikasi dan pengawasan video buatan Huawei, ZTE, Hytera, Hikvision, dan Dahua ke dalam "Daftar Tercakup" perusahaan yang menimbulkan risiko keamanan nasional AS.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (4/4/2026), FCC mengatakan pada Jumat (3/4) waktu setempat bahwa mereka sedang meminta masukan terkait larangan impor berkelanjutan untuk peralatan dari perusahaan-perusahaan China yang terdaftar dan disetujui untuk dijual di AS sebelum perintah tahun 2022.

Badan tersebut mengatakan mereka telah menyimpulkan sementara bahwa "melarang impor dan pemasaran berkelanjutan dari peralatan yang sebelumnya diizinkan dan ditambahkan pada saat itu diperlukan untuk melindungi keamanan nasional dengan mengurangi risiko terhadap sektor komunikasi AS."

Kedutaan Besar China di Washington dan Hikvision tidak segera memberikan komentar.

FCC mengatakan proposal tersebut tetap memungkinkan warga AS untuk terus menggunakan peralatan komunikasi yang sudah telanjur dibeli. Pelarangan impor baru yang diajukan bertujuan menghindari warga AS untuk terburu-buru mengimpor perangkat baru.

FCC telah mengambil sejumlah tindakan yang menargetkan teknologi China, termasuk melarang impor semua model baru drone buatan China pada Desember 2025.

Minggu lalu, mereka melarang impor model baru router konsumen buatan China, yaitu kotak yang menghubungkan komputer, telepon, dan perangkat pintar ke internet.

Pada Oktober 2025, FCC memberikan suara 3-0 untuk memblokir persetujuan baru untuk perangkat dengan komponen dari perusahaan yang ada dalam "Daftar Cakupan". Bahkan, lembaga tersebut melarang peralatan yang telah disetujui sebelumnya dalam beberapa kasus.

Hikvision mengajukan gugatan pada Desember 2025 yang menantang keputusan FCC pada Oktober 2025, dengan mengatakan bahwa keputusan tersebut melampaui wewenangnya dan "berupaya untuk secara retroaktif membatasi otorisasi yang sah tanpa dasar hukum atau bukti yang memadai".

Pada Februari 2025, pengadilan banding AS menolak upaya Hikvision untuk mencabut larangan FCC tahun 2022 atas persetujuan peralatan pengawasan video dan telekomunikasi barunya.

FCC sebelumnya telah melarang beberapa perusahaan China untuk menyediakan layanan telekomunikasi di AS karena masalah keamanan nasional. Baru-baru ini, FCC juga mengambil langkah untuk mencabut pengakuan dari laboratorium pengujian yang dimiliki atau dikendalikan pemerintah China.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |