Pesawat Tabrak Gunung Usai Pilot Biarkan Anaknya Nyetir-75 Orang Tewas

4 hours ago 2
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia - Sekitar 31 tahun lalu, dunia dikejutkan oleh kecelakaan pesawat yang terjadi setelah seorang pilot membiarkan anaknya masuk ke kokpit. Bukan sekadar melihat-lihat, sang anak bahkan duduk di kursi kemudi dan menyetir pesawat. Tak lama kemudian, pesawat jatuh dan seluruh 75 orang di dalamnya tewas.

Peristiwa tersebut terjadi pada 23 Maret 1994 dalam penerbangan Aeroflot 593. Pesawat itu terbang dari Moskow, Rusia, menuju Hong Kong dengan membawa 63 penumpang dan 12 awak. Pesawat dipimpin oleh kapten Kudrinsky.

Di antara 63 penumpang, terdapat dua anak Kudrinsky yang ikut dalam penerbangan tersebut.

Awalnya, penerbangan berjalan lancar. Namun, situasi berubah ketika Kudrinsky mengizinkan kedua anaknya masuk ke kokpit. Mengutip NDTV, salah satu anak kemudian duduk di kursi kemudi dan mulai menggerakkan kendali pesawat.

Saat itu, pesawat masih dalam kondisi autopilot sehingga gerakan pada kemudi belum langsung membuat pesawat berubah arah. Kudrinsky pun tidak menyadari adanya masalah dan paham atas sistem ini. 

Namun, kemudi yang terus digerakkan tanpa henti membuat sistem autopilot otomatis mati. Pesawat kemudian berbelok arah sesuai gerakan yang dikendalikan anak Kudrinsky. Kudrinsky sendiri pun tidak menyadari autopilot telah berhenti bekerja dan mengira pergerakan pesawat masih bagian dari pengaturan yang sebelumnya dilakukan.

Padahal, satu hal yang tidak didasari, lampu indikator sebenarnya telah memberikan sinyal peringatan.

Situasi kemudian berubah menjadi fatal. Pesawat mulai kehilangan kendali dan menukik tajam. Di sinilah, Kudrinsky baru menyadari adanya masalah.

Pilot kemudian panik dan berusaha mengambil alih kendali pesawat. Ia berhasil mengembalikan posisi pesawat, tetapi tidak mengetahui bahwa pesawat sudah berada sangat dekat dengan pegunungan.

Hanya sekitar 16 menit setelah anak masuk ke kokpit, pesawat Airbus A310 tersebut jatuh dan menabrak kawasan pegunungan Kuznetsk Alatau.

Sebanyak 75 orang di dalam pesawat tewas dalam kecelakaan tersebut.

Pada awalnya, mengutip laporan investigasi pemerintah Rusia, kecelakaan Aeroflot 593 sempat diduga berkaitan dengan cuaca atau kerusakan mesin. Namun, setelah kotak hitam diperiksa, penyebab kecelakaan justru mengarah pada kesalahan fatal di dalam kokpit.

Pesawat jatuh setelah sistem autopilot mati ketika anak pilot menggerakkan kemudi, sementara sang pilot tidak menyadari bahwa pesawat sudah tidak lagi dikendalikan oleh sistem otomatis.

Peristiwa ini kemudian menjadi salah satu contoh fatalnya kelalaian di kokpit, terlebih karena penumpang tidak seharusnya berada di ruang kemudi dan mengendalikan pesawat saat penerbangan berlangsung.

(mfa/mfa)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |