Perang Iran-AS Bakal Ganggu Logistik hingga Pariwisata RI

8 hours ago 5

Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan dampak yang terjadi ke Indonesia akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran. Selain mengerek harga minyak, perang tersebut berdampak ke sektor logistik hingga pariwisata dalam negeri.

"Ya pertama yang terganggu kan pasti supply minyak, yang kedua transportasi logistik, dan yang ketiga tentunya kita melihat tourism akan sangat terganggu," kata Airlangga di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

Airlangga menjelaskan, ketegangan ini memicu dampak serius pada jalur perdagangan global. Terlebih, Iran telah menutup Selat Hormuz yang menjadi salah satu titik paling vital dalam perekonomian dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan supply minyak itu karena Selat Hormuz kan terganggu, belum juga Red Sea," jelas Airlangga.

Kondisi ini dinilai dapat berdampak pada sektor ekspor-impor Indonesia. Meski begitu, Airlangga menyebut dampak terhadap ekspor akan sangat bergantung pada seberapa lama konflik ini berlangsung.

"Ya, kalau negara tergantung juga berapa lama. Balik lagi kita monitor aja bahwa perang ini lama atau perang 12 hari atau perang berapa jauh," tambah Airlangga.

Cadangan BBM RI 20 Hari Saat Timur Tengah Memanas

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia buka-bukaan ketahanan BBM di Indonesia di tengah gonjang-ganjing harga minyak. Menurutnya, Indonesia masih memiliki stok BBM yang cukup digunakan untuk 20 hari.

"Masih cukup 20 hari," kata Bahlil singkat ketika ditanya ketananan energi terkini, ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

Soal dampak kenaikan harga minyak ke subsidi energi, Bahlil mengaku sampai hari ini belum ada masalah berarti. Namun, pemerintah terus memantau kondisi geopolitik yang memanas.

"Sampai hari ini nggak ada masalah, tapi kan harga dunia akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik terus memanas di Timur Tengah," kata Bahlil.

Dia kembali mengatakan dirinya akan rapat dengan Dewan Energi Nasional terlebih dahulu soal dampak panasnya kondisi Timur Tengah ke alokasi subsidi energi dalam negeri.

Nasib Ekspor RI di Tengah Perang AS-Israel Vs Iran

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut sejauh ini konflik yang terjadi di Timur Tengah tersebut belum berdampak pada ekspor-impor Indonesia. Namun, jika perang ini terus berkelanjutan, Budi menilai tidak menutup kemungkinan semua negara juga terdampak, tidak hanya Indonesia.

"Kalau sekarang kan memang kita belum tahu (ekspor impor)-nya, tapi kalau berkelanjutan kan ya tidak hanya Indonesia, tapi buat semua negara pasti akan kena dampaknya, itu pasti ya. Tapi ya mudah-mudahan cepat selesai dah, jadi nggak berlanjut," terangnya.

Pemerintah tetap mengantisipasi jika konflik tersebut berkepanjangan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah menyiapkan dua strategi utama.

Pertama, memperkuat konsumsi domestik dengan menjaga daya beli masyarakat. Kedua, mendorong ekspor ke wilayah-wilayah yang tidak terganggu oleh situasi di Timur Tengah.

Terkait kerja sama perdagangan dengan negara-negara Timur Tengah, Budi menegaskan semua agenda tetap berjalan sesuai jadwal, salah satunya kerja sama dengan Uni Emirat Arab (UEA) yang sudah masuk tahap implementasi. Begitu juga dengan proses perundingan dengan Gulf Cooperation Council (GCC), ia memastikan tidak ada penundaan akibat konflik yang terjadi.

15 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Dibatalkan

Di sisi lain, jumlah penerbangan rute internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, terus bertambah buntut perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Tercatat sebanyak 15 penerbangan di Bandara Ngurah Rai yang dibatalkan berdasarkan data per pukul 13.00 Wita, Senin (2/3/2025).

Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, mengungkapkan belasan jadwal penerbangan yang terdampak terdiri dari 8 rute keberangkatan dan 7 rute kedatangan. Terhitung sejak 28 Februari hingga 2 Maret 2026.

"Hingga Senin pukul 13.00 Wita, tercatat ada 15 penerbangan rute internasional yang batal terbang. Rinciannya itu ada 8 jadwal keberangkatan dan 7 jadwal kedatangan yang terdampak penutupan ruang udara di Timur Tengah," kata Eka Sandi dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).

Pembatalan penerbangan ini melibatkan tiga maskapai besar, yakni Emirates, Etihad Airways, dan Qatar Airways dengan tujuan Dubai, Abu Dhabi, serta Doha. Meski terjadi gangguan pada rute internasional tersebut, Eka Sandi memastikan operasional Bandara Ngurah Rai secara keseluruhan masih berjalan normal dan optimal.

Data pihak maskapai menyebutkan terdapat sebanyak 3.197 calon penumpang keberangkatan yang terdampak oleh penyesuaian jadwal ini. Manajemen bandara juga telah menyiapkan pengaturan lahan parkir pesawat (parking stand) khusus untuk lima armada dari maskapai yang bersangkutan.

Saksikan pembahasan selengkapnya hanya di program detikPagi edisi Selasa (3/3/2026). Nikmati terus menu sarapan informasi khas detikPagi secara langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 08.30-11.30 WIB, di 20.detik.com, YouTube dan TikTok detikcom. Tidak hanya menyimak, detikers juga bisa berbagi ide, cerita, hingga membagikan pertanyaan lewat kolom live chat.

"Detik Pagi, Jangan Tidur Lagi!"

(vrs/vrs)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |