Pemerintah Siapkan Bantuan Rumah Korban Gempa NTT hingga Rp 70 Juta

1 week ago 24

Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan pemerintah akan memberi bantuan rumah rusak untuk korban bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan yang diberikan berupa uang tunai yang diklasifikasikan dari ringan, sedang, hingga berat, dengan rincian bantuan Rp 15 juta hingga Rp 70 juta.

Hal tersebut dikatakan Tito setelah menghadiri rapat koordinasi terkait Penanganan Bencana Alam, Percepatan Realisasi Bantuan Keuangan Presiden, serta Pembahasan Bantuan Pembangunan Hunian Tetap bagi Masyarakat Terdampak Bencana di Wilayah NTT dan Sumatera di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).

Turut hadir dalam rapat ini Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk yang ringan diberi bantuan Rp 15 juta, untuk yang sedang Rp 30 juta, untuk yang berat Rp 70 juta. Bisa bangun sendiri di tanahnya," ujar Tito kepada wartawan seusai rapat.

Tito mengatakan, sebelum bantuan diberikan, daerah diminta melakukan pendataan. Pendataan tersebut kemudian diverifikasi oleh BPS.

"Jadi sambil ini menunggu situasi stabil, daerah kita minta untuk melakukan pendataan kerusakan, baik fasum, terutama perumahan saat ini, yaitu yang rumahnya by name by address, diklasifikasikan setiap daerah yang rusak ringan, sedang, berat. Dan ini nanti selain ditandatangani diusulkan oleh Bupati, ditandatangani Bupati, saya minta juga sama seperti bencana Sumatera ditandatangani oleh Kapolres dan Kajari, ya penegak hukumnya, untuk verifikasi awal. Kemudian setelah itu nanti akan diverifikasi, validasi oleh BPS," lanjut dia.

Dalam kesempatan itu, Tito mengungkap arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah daerah terdampak menggunakan dana bantuan secepat mungkin. Dia menyebut pemerintah telah memberikan bantuan cash on hand sebesar Rp 20 miliar untuk daerah terdampak.

"Arahan Presiden jelas untuk digunakan secepat mungkin masyarakat yang lagi ada di tenda misalnya karena takut pulang, mereka tidak boleh kekurangan makanan, pakaian, atau kebutuhan khusus untuk ibu-ibu, anak-anak. Itu gunanya itu, ada cash on hand Rp 20 miliar masing-masing kabupaten dan ya untuk 8 kabupaten, termasuk Flores Timur, dan Rp 40 miliar di provinsi," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan telah menyiapkan bantuan Rp 5 miliar. Dia meminta pemerintah daerah mengelola perbaikan rumah secara benar.

"Kemudian juga di NTT, juga kita sudah menyiapkan dari dana gotong royong 500 rumah dan juga Rp 5 miliar. Dan itu juga bentuk bahwa kita sebagai bangsa Indonesia, kita punya jiwa kegotongroyongan. Saya minta disiapkan tempatnya yang secara tata kelola benar, status tanahnya. Dan kedua juga dari BMKG harus menyatakan bahwa itu aman. Jangan kita memindahkan rakyat dari tempat yang tidak aman ke tempat yang tidak aman juga," kata pria yang akrab disapa Ara tersebut.

Ara menegaskan kembali arahan Prabowo untuk bekerja lebih cepat. Dia menyebut jajarannya harus memiliki empati yang tinggi kepada warga yang terkena bencana.

"Jadi saya pikir sesuai arahan Presiden Prabowo, kita bekerja harus lebih cepat ya buat rakyat kita yang juga sudah menderita, yang hidup dalam pengungsian. Kita harus bekerja punya empati dan simpati yang tinggi," pungkasnya.

(zap/zap)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |