Jakarta -
Sebagian besar wilayah Indonesia saat ini memasuki masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim kemarau tahun ini akan terjadi secara bertahap mulai April hingga Juni di berbagai wilayah.
Kondisi pancaroba biasanya ditandai dengan perubahan cuaca yang cepat, seperti hujan tiba-tiba, angin kencang, hingga suhu udara yang terasa lebih panas. BMKG pun mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dinamika cuaca selama masa peralihan musim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi Pancaroba di Indonesia
BMKG menjelaskan bahwa pancaroba merupakan periode peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau yang ditandai dengan cuaca yang tidak menentu. Pada periode ini, hujan masih dapat terjadi meski intensitasnya mulai berkurang dan suhu udara cenderung meningkat.
Merujuk laman resmi BMKG, kondisi pancaroba perlu diwaspadai karena dapat memicu cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, hingga petir dalam waktu singkat. BMKG dalam keterangannya menyebutkan bahwa kondisi cuaca saat ini relatif kondusif, namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi perubahan cuaca selama masa pancaroba dan peralihan musim.
Awal Musim Kemarau Mulai April
Berdasarkan buku Prediksi Musim Kemarau 2026 yang dirilis BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada periode April, Mei, hingga Juni 2026.
Sebanyak 114 Zona Musim atau 16,3 persen wilayah diprediksi mulai mengalami musim kemarau pada April 2026. Wilayah yang lebih dahulu memasuki kemarau antara lain pesisir utara Jawa bagian barat, Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Selanjutnya, pada Mei 2026 sekitar 184 Zona Musim atau 26,3 persen wilayah akan memasuki musim kemarau, disusul 163 Zona Musim atau 23,3 persen wilayah pada Juni 2026. Wilayah Nusa Tenggara disebut menjadi daerah yang lebih dulu mengalami kemarau sebelum meluas ke wilayah lain di Indonesia.
Puncak Kemarau Terjadi Agustus
BMKG juga memprediksi puncak musim kemarau 2026 akan terjadi pada Agustus di sebagian besar wilayah Indonesia. Sebanyak 429 Zona Musim atau 61,4 persen wilayah diperkirakan mengalami puncak kemarau pada Agustus 2026. Sementara puncak kemarau lainnya terjadi pada Juli sebanyak 88 Zona Musim dan September sebanyak 100 Zona Musim.
BMKG juga memperkirakan musim kemarau tahun ini cenderung lebih kering dari biasanya, dengan 64,5 persen wilayah masuk kategori bawah normal atau memiliki curah hujan lebih sedikit dibandingkan rata-rata klimatologis.
Imbau Waspada Cuaca Pancaroba
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama masa pancaroba dan menjelang musim kemarau. Perubahan cuaca yang cepat dapat berdampak pada kesehatan, aktivitas transportasi, hingga potensi bencana seperti kekeringan dan kebakaran hutan.
BMKG meminta masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG serta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca di wilayah masing-masing agar risiko dampak pancaroba dapat diminimalkan.
(wia/jbr)
















































