Ortu Ungkap ABG di Jakbar Berkali-kali Dicabuli Kenalan di Medsos

14 hours ago 4

Jakarta -

Seorang remaja perempuan berusia 16 tahun di Palmerah, Jakarta Barat (Jakbar), diduga menjadi korban pencabulan pria yang dikenalnya melalui media sosial. Ibu korban, A, mengatakan pelaku berinisial MI (23) sudah lima kali mencabuli korban.

A mengungkapkan pencabulan terhadap putrinya itu terjadi di sebuah hotel di kawasan Palmerah, Jakarta barat. Awalnya, korban dan pelaku berkenalan melalui WhatsApp.

"Jadi awalnya tuh si pelaku nge-chat anak saya di WA ngajak kenalan. Tahun 2025 akhir itu nggak direspons, terus aja si pelakunya nge-chat terus, akhirnya direspons di 2026," ujar A kepada wartawan, Rabu (16/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut A, putrinya dan pelaku sempat melakukan pertemuan sebanyak satu kali di dekat rumah. Kemudian pelaku kerap merayu korban hingga akhirnya mereka berkencan pada 10 Mei 2026.

"Pas di hari Minggu itu anak mau ke sekolahan. Udah nolak, tapi si pelaku memaksa, terus neleponin. Akhirnya nggak enak, karena pelaku ngomongnya katanya 'Masa sih gua udah jauh-jauh nggak ditemuin'. Akhirnya nggak enak, ditemuin lah ke Stasiun Maja," ungkapnya.

Korban kemudian diantarkan pelaku membeli baju di Pasar Senen, Jakarta Pusat dan berlanjut ke salah satu hotel kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Di situ, pelaku melakukan pencabulan terhadap korban sebanyak lima kali.

Korban kemudian pulang pada pukul 20.00 WIB setelah seharian tidak dapat dihubungi. A kemudian menanyakan apa yang terjadi terhadap korban setelah seharian dicari.

Setelah melalui pendekatan, korban akhirnya mengaku bahwa dirinya telah dicabuli oleh pelaku. Mendengar pengakuan putrinya itu, A mengaku kaget.

A kemudian melaporkan si pelaku ke polisi. Menurutnya, pelaku merupakan seorang residivis.

"Saya langsung selidiki dia ini orang mana, siapa. Ternyata seorang residivis, sudah tiga kali keluar masuk penjara," imbuhnya.

Laporan korban teregister dengan nomor LP/B/3402/V 12026/SPKT/POLDA METRO JAYA pada 12 Mei 2026. Saat ini korban tengah dilakukan pengobatan psikologi DKI Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan saat ini kasus tersebut masih dalam penanganan penyidik Ditres PPA dan PPO Polda Metro Jaya. Penyidik mengedepankan perlindungan anak dalam kasus ini.

"Saat ini laporan terkait dugaan kekerasan seksual terhadap anak masih dalam penanganan penyidik Subdit II Ditres PPA dan PPO Polda Metro Jaya," ujar Kombes Budi saat dihubungi wartawan, Rabu (16/9).

Budi Hermanto memastikan proses penyelidikan masih berjalan sesuai prosedur dan proporsional. Ia menekankan fokus utama saat ini adalah memulihkan kondisi psikis korban.

Lihat juga Video: ABG Tewas gegara Kepala Dibenturkan saat Tolak Dicabuli, 11 Pelaku Ditangkap

(dvp/mea)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |