Jakarta -
Operasi pencarian empat korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin yang hilang resmi ditutup pada Rabu (19/8/2026). Kepala Kantor SAR Mataram, Muhammad Hariyadi, mengatakan penutupan operasi dilakukan sesuai regulasi setelah pencarian berlangsung selama delapan hari.
"Sesuai regulasi, operasi SAR resmi kami tutup. Namun, penutupan ini bukan berarti pemantauan dihentikan. Kami tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan seluruh potensi SAR serta masyarakat nelayan," kata Hariyadi, dilansir detikBali, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, operasi SAR dapat kembali dibuka apabila ditemukan tanda-tanda atau informasi baru terkait keberadaan keempat korban. "Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda atau informasi baru mengenai keberadaan korban, operasi SAR akan langsung kami buka kembali," tegas Hariyadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hariyadi menyebut selama delapan hari operasi, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 212 orang. Dari jumlah tersebut, satu orang dinyatakan meninggal dunia.
Pencarian dilakukan secara masif melalui jalur udara, laut, dan darat. Area pencarian diperluas sampai ribuan mile laut persegi secara bertahap mulai dari perairan Lombok, Selat Lombok, perairan Bali, hingga wilayah selatan Pulau Jawa.
Dari udara, pencarian melibatkan Helikopter Finns SGi Air Bali, pesawat CASSA NC212-200 (U-6215) milik TNI Angkatan Laut, hingga drone thermal.
Sementara di laut, sejumlah armada dikerahkan, mulai dari KN SAR, KAL, kapal penumpang, yacht, RBB, hingga RIB. Tim darat juga menyisir sejumlah garis pantai dan menyebarkan informasi kepada nelayan serta masyarakat pesisir.
Baca selengkapnya di sini.
(eva/yld)


















































