Operasi Pekat di Jakut Jaring 32 Orang, Ada Pengamen 'Pocong' hingga Pak Ogah

2 hours ago 4
Jakarta -

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Utara (Jakut) mengangkut puluhan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat). Pengamen berkostum, gelandangan, pemulung, hingga Pak Ogah dibawa ke panti sosial.

"Total ada 32 orang PPKS yang terjaring dalam Operasi Pekat yang dilakukan bersama tim gabungan pada Minggu (23/2) malam," kata Kepala Satpol PP Jakarta Utara, Budhy Novian, dilansir Antara, Senin (23/2/2026).

Sebanyak 32 orang PPKS yang terjaring itu langsung dikirim ke Panti Sosial Bina Bangun Daya Dua di Cipayung dan Suku Dinas (Sudin) Sosial Kota Jakarta Utara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebanyak 17 PPKS yang terjaring dibawa ke Panti Sosial Bina Bangun Daya Dua di Cipayung, dan sisanya 15 PPKS dibawa ke Sudin Sosial Jakarta Utara," ujar Budhy.

Dia merinci di Kecamatan Tanjung Priok, petugas beroperasi di Jalan Yos Sudarso, Jalan Enggano, Jalan Tenggiri, Jalan RE Martadinata dan Taman Bahari. Di Jalan Yos Sudarso, petugas mengangkut 2 orang Pak Ogah.

Kemudian, di Kecamatan Penjaringan, ada empat PPKS yang terjaring, yakni 3 orang Pak Ogah dan 1 orang pemulung dalam operasi yang digelar di Jalan Pluit Karang Utara.

Satpol PP Jakut mengamankan 32 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dalam Operasi Pekat. Ada pengamen 'pocong' hingga Pak Ogah. (dok ANTARA/HO-Satpol PP Jakut)Operasi Pekat bertujuan menciptakan lingkungan yang kondusif agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman selama Ramadhan. (dok ANTARA/HO-Satpol PP Jakut)

Secara keseluruhan, ada 9 orang PPKS yang terjaring di lima lokasi tersebut, yakni empat orang terlantar, satu gelandangan, satu pengamen, satu pedagang asongan, dan dua orang "pak ogah".

Selanjutnya, di Kecamatan Koja, penyisiran dilakukan di Kelurahan Lagoa, Kelurahan Rawa Badak Utara, Jalan Raya Cilincing, Jalan Yos Sudarso, serta Jalan Cibanteng. Sejumlah pengaman diamankan termasuk pengamen berkostum pocong.

"Total, ada tujuh orang pengamen yang terjaring dalam operasi di lokasi tersebut," ungkap Budhy.

Selain itu, pada Kecamatan Cilincing, petugas beroperasi di Jalan Raya Cilincing, Jalan Kramat Raya, Jalan Sungai Landak, Jalan Tipar Cakung serta Jalan Kelapa Hibrida Terusan Sukapura, dengan total tiga PPKS yang terjaring dalam operasi tersebut.

Di Kecamatan Pademangan, terdapat enam orang PPKS yang terjaring dalam operasi yang dilakukan di Jalan Gunung Sahari, Jalan Mangga Dua Raya, Jalan Lodan Raya, Jalan Lodan Timur, Jalan Benyamin Sueb, dan Jalan Budi Mulia.

Di Kecamatan Kelapa Gading, terdapat satu orang pemulung yang terjaring dalam operasi tersebut. Petugas menyisir Jalan Boulevard Barat, Jalan Kelapa Nias, Jalan Boulevard Artha Gading, Jalan Boulevard Raya, dan Jalan Boulevard Utara.

Budhy mengatakan Operasi Pekat itu merupakan upaya pemerintah dalam menjaga ketertiban umum dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya selama bulan Ramadhan. Menurutnya, operasi rutin tersebut juga bertujuan menciptakan lingkungan yang kondusif agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman selama Ramadhan.

"Ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga ketertiban dan ketenteraman masyarakat di wilayah DKI Jakarta, khususnya Jakarta Utara," tutur Budhy.

(jbr/mei)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |