Jakarta -
Percepatan sertifikasi tanah wakaf terus didorong untuk memperkuat legalitas aset keagamaan di berbagai daerah. Di Sulawesi Tengah, upaya ini ditandai dengan penyerahan 33 sertipikat tanah kepada pengelola rumah ibadah dan yayasan pendidikan keagamaan dari sembilan kabupaten/kota.
Dalam kesempatan itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menegaskan pentingnya percepatan sertifikasi tanah wakaf untuk memberikan kepastian hukum.
"Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan penyerahan sertipikat sebagai tanda legalitas atau kekuatan hukum daripada tanah-tanah wakaf kita. Saya harap, Pak Kanwil, ini perlu ada effort khusus untuk mempercepat sertifikasi tanah wakaf di Sulawesi Tengah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari total sertipikat yang diserahkan, 16 diantaranya merupakan Sertipikat Hak Milik (SHM) dan 17 lainnya merupakan sertipikat wakaf. Sertipikasi ini diharapkan mampu memperkuat perlindungan aset keagamaan sekaligus mendukung pemanfaatannya secara optimal bagi masyarakat.
Salah satu penerima sertipikat, Ahmad Zaini Ismail selaku nadzir Yayasan Dhiyaaul Ma'Rifah Indonesia di Sigi, mengungkapkan bahwa sertipikat tersebut digunakan untuk tanah pondok pesantren. Ia menilai proses pengurusan berjalan lancar dan memberi manfaat besar bagi keberlangsungan lembaga pendidikan.
"Ini adalah modal awal yang baik bagi kami sebagai pengolah pesantren untuk mendapatkan izin operasional. Karena, yang memberikan izin mensyaratkan harus ada legalitas sertifikat tanah yayasan atau tanah pesantren," ungkap Ahmad Zaini.
Selain menyerahkan sertipikat, Menteri ATR/Kepala BPN meresmikan Masjid Nurul Ikhlas yang dibangun oleh keluarga besar ATR/BPN Sulawesi Tengah. Masjid tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan ibadah dan sosial keagamaan bagi pegawai maupun masyarakat sekitar.
Lebih lanjut, dalam rangkaian kegiatan di Palu yang dilaksanakan pada Rabu (1/4) kemarin ini, Nusron juga memberikan pembinaan kepada jajaran Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Tengah.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Tata Ruang Suyus Windayana, Staf Khusus Bidang Reforma Agraria Rezka Oktoberia, Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik Rahmat Sahid, dan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Tengah Muhammad Naim.
Tonton juga video "Pakistan-UEA Disebut Dukung Prabowo Mediasi AS-Israel dan Iran"
(ega/ega)


















































