Negara-Negara Arab Ngamuk ke AS-Israel Gegara Perang Iran

5 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Negara-negara Arab disebut marah ke Amerika Serikat (AS) dan Israel gara-gara perang Iran. Hal ini dikatakan peneliti senior di Middle East Institute, Jason Campbell.

"Saat ini, Anda melihat kemarahan awal dari beberapa negara GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) dan negara-negara lain terhadap Iran, mulai menyebar sedikit lebih jauh ke Israel dan AS," katanya kepada Al Jazeera, dimuat Rabu (11/3/2026).

"Karena semua negara ini sekarang benar-benar terpengaruh baik secara fisik maupun ekonomi," tegasnya.

Ia mengatakan bukan hanya harus menghalau drone dan rudal Iran karena serangan ke pangkalan militer Amerika di negeri mereka, Iran menutup Selat Hormuz selama seminggu terakhir. AS pun tak bisa menyelesaikan masalah ini.

Belum lagi pemasangan ranjau di jalur air tersebut oleh Teheran yang akan menjadi eskalasi yang serius. Badan intelijen Amerika telah mendeteksi pengerahan kapal-kapal kecil di Selat Hormuz, menurut CBS News.

Kapal-kapal tersebut dapat membawa dua dan tiga ranjau masing-masing dan ditempatkan di sepanjang jalur pelayaran vital tersebut. Setelah terpasang, ranjau tersebut akan meledakkan kapal tanker minyak yang lewat.

Ukuran pasti persediaan ranjau Iran tidak diketahui. Tetapi perkiraan menunjukkan negara tersebut mungkin memiliki antara 2.000 dan 6.000 ranjau laut, termasuk buatan China dan Rusia.

"Kapal tanker minyak dan kapal kargo yang saat ini terdampar di Hormuz tidak akan dapat bergerak untuk masa mendatang, karena AS memiliki kapasitas terbatas untuk secara fisik memindahkan mereka dari selat tersebut," katanya.

"Dampak yang semakin meluas dari serangan AS-Israel terhadap Iran menyebabkan lebih banyak frustrasi di antara negara-negara Teluk," tambah Campbell.

Perlu diketahui mengutip data Wall Street, secara keseluruhan, Iran telah menembakkan lebih dari 1.000 rudal dan lebih dari 2.200 drone dalam perang ini ke Israel dan berbagai negara Teluk yang memiliki pangkalan militer AS. Di Uni Emirat Arab (UEA) saja misalnya, Iran menembak 189 rudal balistik, 941 drone dan rudal jelajah sementara di Kuwait 97 rudal balistik dan 283 drone.

Negara Arab juga melakukan pemotongan produksi minyak yang otomatis menggerus uang mereka sekitar 6,7 juta barel per hari karena perang di kawasan. Merujuk Bloomberg, Arab Saudi memotong 2 juta-2,5 juta bph, Irak sekitar 2,9 juta bph, UEA 800 ribu bph ementara Kuwait sekitar 500 ribu bph.

(sef/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |