Negara Amerika Latin dengan Cadangan Minyak Terbesar, Venezuela Juara!

1 day ago 6

Muhammad Zahran,  CNBC Indonesia

05 January 2026 18:30

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Latin diberkahi dengan sumber daya alam yang melimpah, mulai dari logam mulia, logam tanah jarang, hingga bahan bakar fosil seperti gas alam dan minyak.

Berikut adalah deretan negara Amerika Latin dengan cadangan minyak terbesar.

1 Venezuela

Venezuela merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar di Amerika Latin sekaligus dunia, dengan total cadangan mencapai 303,5 miliar barel.

Namun, krisis berkepanjangan membuat negara anggota pendiri OPEC ini gagal memanfaatkan kekayaan tersebut. Korupsi sistemik, minimnya investasi infrastruktur, serta sanksi ekonomi dari AS menyebabkan industri minyak Venezuela runtuh dan produksi anjlok. Produksi minyak Venezuela merosot ke sekitar 569.000 barel per hari, jauh di bawah 3,1 juta barel per hari pada 1998.

Kasus Venezuela mencerminkan fenomena "kutukan minyak" di Amerika Latin, di mana kekayaan sumber daya justru memicu korupsi, melemahkan institusi demokrasi, dan memperburuk ketidakstabilan ekonomi.

2 Brasil

Brasil memiliki cadangan minyak terbesar kedua di kawasan Amerika Latin, dengan total mencapai 12,7 miliar barel. Brasil sempat mengalami "energy boom" saat ditemukannya ladang minyak pra-garam (pre-salt oil), yang pertama kali ditemukan oleh perusahaan minyak nasional Petrobras di Cekungan Santos pada tahun 2006.

Penemuan cadangan minyak tersebut juga menjadi pendorong utama pertumbuhan produksi minyak Brasil. Pada April 2022, produksi minyak mentah pra-garam mencapai 2,298 juta barel per hari, atau meningkat dari 73,36% dari tahun sebelumnya. Melansir Brazilian National Agency of Petroleum, Natural Gas and Biofuels, produksi minyak Brasil mencapai 3,1 juta barel pada Februari 2023.

Meski para analis memproyeksikan produksi minyak Brasil dapat meningkat hingga 70% pada akhir dekade ini, kekhawatiran muncul bahwa tren tersebut dapat terhambat oleh meningkatnya intervensi pemerintah Presiden Lula, terutama terhadap Petrobras.

Pengenaan pajak ekspor minyak sebesar 9,2% dinilai berisiko menekan minat investasi, termasuk dari perusahaan energi multinasional, yang penting bagi pengembangan cadangan dan produksi.

3 Ekuador

Ekuador menempati posisi ketiga dengan cadangan minyak sebesar 8,3 miliar barel. Namun hingga kini, Ekuador masih menghadapi tantangan dalam produksi minyak meskipun telah dilakukan reformasi untuk mendorong peningkatan produksi. Produksi minyak Ekuador masih jauh di bawah level sebelum pandemi.

Ekuador hanya mampu memompa 476.589 barel per hari pada akhir April 2023, jauh lebih sedikit daripada 531.040 barel per hari yang diproduksi selama tahun 2019. Hambatan produksi terutama berasal dari gangguan infrastruktur pipa akibat erosi dan tanah longsor di Amazon Ekuador, serta gelombang protes yang kerap menghambat operasi industri.

4 Meksiko

Meksiko menempati peringkat keempat di kawasan Amerika Latin dengan cadangan minyak sebesar 5,8 miliar barel. Selain memiliki cadangan minyak yang besar, Meksiko juga merupakan produsen minyak terbesar kedua di Amerika Latin, dengan rata-rata produksi sebanyak 1,78 juta barel minyak bumi per hari selama Maret 2023. Tingginya produksi tersebut didorong oleh fokus berkelanjutan pada percepatan operasi dan aktivitas pengeboran.

Namun, Meksiko menghadapi tantangan dalam produksi minyak akibat krisis utang yang melanda perusahaan minyak nasional Pemex. Belum lagi dengan ladang minyak tua yang sudah usang, yang membebani rencana pemerintah untuk memperluas produksi.

#5 Argentina

Argentina tercatat memiliki cadangan minyak mentah sebesar 2,48 miliar barel pada akhir tahun 2021, menempatkannya sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar kelima di Amerika Latin. Selama Maret 2023, Argentina mampu memompa rata-rata 631.000 barel minyak per hari, 12% lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Pendorong utama lonjakan volume produksi yang mengesankan tersebut adalah meningkatnya produksi minyak serpih dan gas alam dari Vaca Muerta. Cekungan sedimen tersebut merupakan pusat sektor hidrokarbon Argentina, yang menyumbang 46% produksi minyak nasional dan 67% produksi gas alam, dengan aktivitas produksi yang telah berlangsung sejak awal abad ke-20. Formasi geologi tersebut juga diyakini sebagai sumber daya minyak serpih terbesar keempat di dunia.

Seiring upaya mengurangi ketergantungan pada impor energi, produksi minyak Argentina diperkirakan akan meningkat menjadi satu juta barel per hari pada tahun 2026. Namun untuk mencapai target tersebut, diperlukan pertumbuhan produksi yang substansial sekitar 77% dari volume saat ini.

(mae/mae)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |