Muzani: Ruang Publik Tak Boleh Diisi Bahasa Rendahkan Martabat Manusia

1 week ago 5
Jakarta -

Ketua MPR Ahmad Muzani menyampaikan pidato di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026. Dalam kesempatan ini, Muzani bicara demokrasi tetap harus bertanggung jawab tanpa penghinaan sesama warga negara.

"Republik ini dapat berdiri bukan karena kekayaan yang melimpah, bukan pula karena dukungan internasional yang sejak awal telah tersedia, tapi karena kekuatan rakyat yang bersatu bahwa Indonesia adalah rumah bersama yang layak diperjuangkan. Persatuan yang sebabkan kemajuan terjadi bila persatuan melemah energi bangsa ini akan habis untuk saling curiga dan saling meniadakan," kata Muzani dalam pidato Sidang Tahunan 2026 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Muzani menilai kebebasan berpendapat harus disampaikan dengan budi yang baik. "Kita telah memilih jalan demokrasi, dlm kelola aspirasi dan pandangan yang berbeda kita boleh berbeda pandangan tetapi perbedaan itu disampaikan dengan cara budi dan bahasa yang baik," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Politikus senior Partai Gerindra itu menegaskan demokrasi tak akan lebih kuat jika rakyat saling mencela. Muzani mendorong kebebasan berpendapat yang disertai argumentasi.

"Demokrasi tidak akan lebih kuat karena kita semakin keras mencela, demokrasi akan jadi kuat jika kebebasan bicara disertai tanggung jawab, jika kebebasan berpendapat disampaikan dengan argumentasi, jika perbedaan tidak dijadikan alasan untuk lakukan penghinaan," ujar dia.

Muzani kemudian bicara soal ruang publik yang tak boleh diisi dengan bahasa yang merendahkan. Muzani menilai tidak seharusnya perbedaan politik diisi dengan perpecahan.

"Kita tidak boleh biarkan ruang publik dipenuhi dengan bahasa yang rendahkan martabat manusia, kita tak selayaknya membiarkan perbedaan politik merusak persahabatan, memecah belah kekeluargaan, dan menanamkan kebencian sesama anak bangsa," ujar dia.

Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Selain itu Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK), Wapres ke-11 RI Boediono, dan Wapres ke-13 RI Ma'ruf Amin juga hadir.

Kemudian, para ketua Umum partai politik juga hadir, di antaranya Ketum NasDem Surya Paloh, Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketum Golkar Bahlil Lahadalia.

Selain itu hadir Ketua MPR Ahmad Muzani, Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno, Bambang Wuryanto, Rusdi Kirana, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, Sari Yuliati dan juga Istri dari Presiden ke-4 RI, Sinta Nuriyah dan juga Putri dari Presiden ke-4 RI, Yenny Wahid.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menko PMK Pratikno, Menlu Sugiono, Mendag Budi Santoso, Mendes Yandri Susanto, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, MenPPPA Arifah Fauzi, Menag Nassarudin Umar, Mensos Saiful Yusuf, Menpan-RB Rini Widiyantini, Menkomdigi Meutya Hafid juga turut hadir.

Hadir juga Ketua Mahkamah Konstitusi Suhartoyo, Wakil Ketua MK Saldi Isra, Kepala Bakom M Qodari, KSP Dudung Abdurrahman, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Simak juga Video Ketua MPR: Tak Selayaknya Perbedaan Politik Memecah Belah Bangsa

(maa/rfs)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |