Microsoft Mendadak Bikin Perusahaan Baru, 6.000 Orang Dikerahkan

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Microsoft baru saja membuat perusahaan baru bernama Microsoft Frontier Co. Sebanyak 6.000 karyawan disiapkan untuk usaha baru dalam bidang AI itu.

Karyawan tersebut akan mengerjakan praktik yang disebut sebagai rekayasa yang ditempatkan di lapangan (forward deployed engineering/FDE). Unit akan berisi karyawan Microsoft, konsultan teknis, staf pendukung, dan tenaga penjualan.

Microsoft dikabarkan mengeluarkan uang US$2,5 miliar (Rp 44,8 triliun) untuk perusahaan baru. Pemimpin usaha baru ini adalah Rodrigo Kede Lima, yang sebelumnya duduk sebagai pemimpin bisnis Microsoft di Asia.

Perusahaan itu jadi upaya baru Microsoft untuk berfokus pada AI. CEO binis komersial Microsoft, Judson Althoff menjelaskan FDE atau Full Design Environment muncul karena pelanggan berada di posisi berbeda dan berupaya memahami AI.

"Apakah mereka langsung menggunakan satu model dari OpenAI atau dari Anthropic atau sekumpulan model? Apakah mereka menerapkan pola pikir yang mengutamakan teknologi? Bagaimana melihat proses dan operasional bisnis yang sudah ada?" jelasnya dikutip dari CNBC Internasional, Jumat (3/7/2026).

Jabatan FDE mulai populer berkat Palantir, ucap Althoff. Software Palantir diketahui digunakan pasukan garis depan Amerika Serikat (AS) saat berada di luar negeri dan mengirimkannya ke pangkalan di Afghanistan.

Sementara Microsoft, dia menjelaskan akan mendukung lebih banyak model. Termasuk pada lebih banyak konektor ke data dan integrasi dengan sistem pencatatan terbuka.

Sejumlah perusahaan sudah lebih dulu mengembangkan inisiatif serupa dengan Microsoft sebelumnya. Misalnya Amazon juga datang dengan inisiatif FDE dengan investasi US$1 miliar (Rp 17,9 triliun).

Selain itu Anthropic dan OpenAI juga telah membentuk kelompok FDE. Keduanya bekerja sama dengan perusahaan ekuitas swasta, bank, dan perusahaan konsultan untuk usaha baru tersebut.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |