Sejumlah tokoh nasional dan dunia menyampaikan pesan perdamaian di perayaan Paskah 2026. Momentum ini dimaknai sebagai ajakan memperkuat persaudaraan, menghentikan konflik, serta menghadirkan kedamaian bagi seluruh umat manusia.
Sejumlah pemimpin agama dan tokoh publik menyampaikan refleksi Paskah yang menyoroti pentingnya persatuan di tengah situasi global yang masih diliputi konflik, khususnya di kawasan Timur Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo Harap Paskah Membawa Kedamaian
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat Paskah kepada umat Nasrani di Indonesia. Ia berharap momentum Paskah dapat membawa kedamaian dan kebaikan bagi semua pihak.
"Selamat Hari Paskah kepada saudara-saudara umat Nasrani," kata Prabowo melalui akun X resminya, Minggu (5/4/2026).
Ucapan itu diunggah bersama dengan poster berisi tulisan 'Selamat Paskah untuk saudara-saudara yang beragama Nasrani'. Prabowo berharap momen Paskah membawa kedamaian sekaligus kebaikan bagi semua.
"Semoga Paskah membawa kedamaian dan kebaikan bagi kita semua," ujarnya.
Megawati: Paskah Jalan Pembebasan dari Kegelapan
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri juga menyampaikan pesan Paskah yang menekankan makna spiritual dan kemanusiaan. Ia mengajak umat Nasrani menghayati Paskah sebagai momentum pengorbanan dan kasih kepada sesama.
"Setiap memperingati Hari Raya Paskah, kita diingatkan oleh pencurahan kasih tanpa batas, dalam semangat pengorbanan Jalan Salib Yesus Kristus," kata Megawati, Minggu (5/4/2026).
Ia menegaskan makna Paskah sebagai transformasi spiritual. "Paskah adalah jalan pembebasan yang memerdekakan manusia dari kegelapan, menjadi terang dan kasih," sebutnya.
Megawati juga mendoakan seluruh rakyat Indonesia agar selalu hidup dalam kedamaian dan persaudaraan. "Sekali lagi, selamat Paskah dan semoga rahmat Tuhan selalu menyertai bangsa Indonesia tercinta. Salam damai sejahtera untuk kita semua, Shalom," tambahnya.
Kardinal Suharyo Tekankan Perdamaian Dunia
Uskup Keuskupan Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo menegaskan Gereja Katolik menempatkan perdamaian dunia sebagai prioritas utama di tengah konflik global. Pesan ini sejalan dengan arah kepemimpinan Paus Leo XIV yang sejak awal menyerukan perdamaian.
"Itu artinya, beliau sungguh-sungguh ingin menyatakan bahwa masa kepemimpinan pelayanan sebagai Paus akan mengusahakan perdamaian," ujar Kardinal Suharyo setelah memimpin Misa Paskah Pontifikal di Gereja Katedral, dilansir Antara, Minggu (5/4/2026).
Ia juga menyoroti sikap tegas Paus terhadap perang.
"Bahkan, dengan kata-kata yang sangat keras mengenai perang, beliau mengatakan doa para pemimpin yang memaklumkan perang tidak akan didengarkan oleh Tuhan. Kata-kata keras sekali," katanya.
Menurutnya, perang hanya membawa dampak buruk bagi dunia dan umat manusia. "Yang ada adalah akibat yang sangat buruk, bukan hanya bagi dunia, bagi bumi, tetapi bagi umat manusia," imbuhnya.
Paus Leo XIV Serukan Dunia Damai dan Bersatu
Paus Leo XIV menyerukan pesan perdamaian dunia dalam perayaan Paskah pertamanya sebagai pemimpin umat Katolik. Dalam pidato Malam Paskah, ia mengajak dunia untuk membangun persatuan di tengah konflik yang masih terjadi di berbagai wilayah.
Ia menyerukan terciptanya "dunia baru yang penuh perdamaian dan persatuan" serta mengecam perpecahan yang disebabkan oleh "perang, ketidakadilan, dan isolasi bangsa-bangsa dan negara-negara", seperti dilaporkan AFP.
Paus Leo juga berulang kali menyerukan perdamaian di Timur Tengah dan mendesak pemimpin dunia untuk mencari jalan keluar dari konflik. Perayaan Paskah tahun ini berlangsung dalam suasana yang lebih suram akibat perang yang memengaruhi kehidupan umat Kristen di Yerusalem dan Lebanon.
(wia/idn)


















































