Merek Mobil China Makin Gencar di Pasar RI, Ini Respons Toyota

7 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Persaingan industri otomotif Indonesia semakin ketat seiring masuknya sejumlah merek asal China, terutama di segmen kendaraan elektrifikasi. Toyota-Astra Motor (TAM) mengakui kehadiran para pemain baru tersebut turut membuat perebutan pasar semakin sengit.

Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Bansar Maduma mengatakan kehadiran merek China pada dasarnya memberikan pilihan teknologi dan produk yang lebih beragam bagi konsumen Indonesia.

"Pada dasarnya kita sangat berterima kasih bahwa kompetitor datang dengan produk-produk yang produk unggulan mereka. Ini berarti kan menambah semangat kompetisi untuk menghadirkan produk terbaik buat customer," kata Bansar dalam Journalist Test Drive 2026 Toyota di Yogyakarta Selasa (15/9/2026).

Khusus untuk teknologi plug-in hybrid yang banyak diperkenalkan merek China, Toyota melihatnya sebagai produk yang menyasar preferensi konsumen yang berbeda dengan hybrid Toyota. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta membuat penjualan Toyota tertekan.

"Kalau penjualan sebetulnya tidak ya, karena kita improve dibandingkan tahun lalu," ujar Bansar.

Meski demikian, secara keseluruhan pasar otomotif, masuknya banyak pemain baru membuat pangsa pasar yang sebelumnya diperebutkan sejumlah merek kini semakin terbagi.

"Karena secara pasar otomotif, nah itu mungkin iya, karena kan memang kuenya terbagi," kata Bansar.

Di segmen elektrifikasi, Toyota masih menjadi salah satu pemain terbesar. Hingga Agustus 2026, Toyota mengklaim pangsa pasar elektrifikasinya berada di sekitar 23%.

"Sebetulnya elektrifikasi Toyota itu masih nomor satu ya sampai Agustus. Kalau enggak salah market share 23%," ujarnya.

Hal itu ditopang oleh sejumlah model hybrid Toyota, termasuk Kijang Innova Zenix Hybrid dan Veloz Hybrid EV. Bansar menyebut Veloz Hybrid EV kini mampu mencatat penjualan sekitar 2.000 unit per bulan.

"Veloz Hybrid, ya, yang sudah mencapai 2.000 unit per bulan. Terus kemudian juga ada juga Zenix Hybrid, yang secara SPK lebih dari 2.000-an. Sehingga secara total combined hybrid kita kira-kira masih nomor satu," katanya.

Bansar menilai kehadiran merek China tidak selalu berarti merebut konsumen Toyota. Sebagian konsumen justru mendapatkan pilihan baru sesuai dengan preferensi teknologi yang mereka inginkan.

"Dia tidak menyasar customer kita. Tapi itu merupakan choice yang dibagi untuk customer di Indonesia," kata Bansar.

(hoi/hoi) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |