"Klub Jalur Sutra" Dibentuk di RI, China Siap Gandeng Indonesia

7 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Platform Indonesia Friends of Silk Road Club (IFSRC) resmi diluncurkan di Indonesia. Ini akan menjadi wadah memperkuat hubungan Indonesia dan China melalui pertukaran antarmasyarakat.

China menyatakan siap bekerja sama dengan klub tersebut untuk mendorong berbagai program people-to-peopleKuasa Usaha (Chargé d'Affaires ad interim) Kedutaan Besar China di Indonesia, Zhou Kan, menyambut pembentukan IFSRC dan berharap platform tersebut dapat memperkuat fondasi sosial hubungan kedua negara.

"Kami berharap dapat bekerja sama secara erat dengan klub ini untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang berfokus pada pertukaran antarmasyarakat dan kerja sama di bidang kesejahteraan rakyat," ujar Zhou dalam peluncuran IFSRC oleh Sino-Nusantara Institute di Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2026).

Menurut Zhou, hubungan China dan Indonesia memiliki sejarah panjang yang telah terjalin sejak lebih dari 2.000 tahun lalu melalui Jalur Sutra Kuno. Jalur perdagangan tersebut tidak hanya mendorong aktivitas ekonomi, tetapi juga pertukaran budaya dan memperkuat saling pengertian antara masyarakat kedua negara.

Ia menambahkan, hubungan tersebut kembali diperkuat melalui gagasan "Jalur Sutra Maritim Abad ke-21" yang pertama kali diusulkan Presiden China Xi Jinping saat berpidato di DPR RI pada 2013. Menurutnya, inisiatif Belt and Road Initiative (BRI) kemudian selaras dengan strategi pembangunan Indonesia dan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.

Zhou mengatakan IFSRC dapat menjadi platform baru untuk memperkuat pertukaran dan kerja sama Indonesia-China. Ia juga mengaitkan pembentukan klub tersebut dengan semangat Inisiatif Peradaban Global atau Global Civilization Initiative (GCI) yang diusung Xi Jinping.

"GCI berintikan empat ajakan bersama, yaitu menghormati keragaman peradaban dunia, menjunjung tinggi nilai-nilai bersama umat manusia, menghargai pewarisan dan inovasi peradaban, serta memperkuat pertukaran dan kerja sama antarmasyarakat internasional," kata Zhou.

Menurut Zhou, Indonesia dan China sama-sama memiliki masyarakat yang beragam dan multietnis sehingga pertukaran antarmasyarakat serta dialog antarperadaban dinilai penting. Ia menyebut GCI juga telah mendapat respons positif dari berbagai pihak di Indonesia, termasuk dalam Forum Dialog Global yang digelar pada Juni tahun ini.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |