Mentrans Mau Libatkan Dunia Usaha-Kampus, Sebut Transmigrasi Sudah Mendunia

6 hours ago 4

Jakarta -

Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkap keinginannya melibatkan kampus dan dunia usaha ke kawasan transmigrasi. Dia menyebutkan pihaknya tengah memadukan pemerintah, dunia kampus, dan dunia usaha atau triple helix dalam program transmigrasi.

"Nah, kami sedang memadukan antara dunia usaha dengan dunia kampus. Inilah yang disebut dengan triple helix. Pemerintah, dunia kampus, dan dunia usaha. Nah, kita ingin hadir, kita ingin hadir tiga-tiganya ke kawasan transmigrasi. Kita ingin hadir, menghadirkan tiga-tiganya ke kawasan transmigrasi, bukan lagi sekadar apa namanya, orang dipindah. Tapi ada keterlibatan dunia usaha dan dunia kampus," kata Iftitah dalam media gathering Kementrans yang digelar di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).

Iftitah menyebutkan program Transmigrasi Patriot yang dicanangkan sudah membuat mahasiswa mulai ingin bertransmigrasi. Dia menceritakan pengalamannya bertemu transmigran patriot.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya beri contoh, saya ketemu dengan transmigran patriot dari IPB. Dia bilang sama saya, 'Pak, saya terima kasih.' Ketemu di Sulawesi Tengah. Saya bilang, 'Kenapa terima kasih?' 'Iya, Pak, saya jurusan Hama IPB, Pak. Saya mahasiswa akhir, saya belum tahu setelah lulus mau ngapain. Karena senior-senior saya banyakan masuk perbankan,'. ya kan? 'Sekarang, Pak, saya mau pulang kembali.' 'Kenapa?' 'Ternyata, Pak, memberikan kebahagiaan ketika saya bertemu dengan petani yang kena dampak itu, saya beri formulanya dan berhasil.'" katanya menceritakan percakapannya dengan mahasiswa tersebut.

Iftitah juga menjelaskan bahwa program transmigrasi juga kini dilakukan secara global. Dia mengungkap keinginan dari Australia untuk mengundangnya berbicara tentang transmigrasi.

"Tadi malam saya ketemu dengan duta besar Australia dan mantan gubernur jenderal Australia, mereka menyatakan yang sama dan akan mengundang saya ke Australia. Jadi maksud saya, alih-alih, ya kan, transmigrasi itu lokal, sekarang levelnya sudah masuk ke global," katanya.

Iftitah juga menceritakan percakapannya dengan mahasiswa di China. Saat itu, Iftitah mengaku mengajak mahasiswa tersebut menanam durian karena minat durian yang besar di China.

"Waktu saya di China, kuliah umum saya ditanya sama mahasiswa S3, 'Pak Menteri, ngapain, apa kepentingan transmigrasi buat kami?' Saya bilang, 'Kamu suka durian?' 'Suka.' 'Tanam lah durian di China.' Ketawa mereka. Konsumsi durian China itu 120 sampai 170 triliun rupiah, tapi mereka nggak punya satu hektar pun kebun durian. Jadi saya bilang, bawa ilmu pengetahuan kamu, bawa duit kamu, tanam di Indonesia, kita nikmati durian bersama," katanya.

(idn/idn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |