Menteri LH Minta Pengepul Sawit Tak Cuma Ambil Untung, tapi Ikut Cegah Karhutla

2 hours ago 4

Jakarta -

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Muhammad Jumhur Hidayat meminta para perusahaan pengepul sawit tidak hanya mengeruk keuntungan besar dari bumi Indonesia, tapi juga harus memikul tanggung jawab moral dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Yang saya undang dengan sangat serius adalah end buyers CPO. Saya meminta supaya mereka jangan hanya berkata-kata, tapi tunjukkan niat baik, langkah apa yang bisa dilakukan untuk membantu di sini," kata Jumhur saat meninjau pembangunan sekat kanal di Pulau Mendol, Kuala Kampar, Riau, Kamis (18/6/2026).

Jumhur menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut mendapatkan nilai tambah dan keuntungan yang sangat tinggi dari hasil olahan sawit yang bersumber dari lahan-lahan di masyarakat. Jumhur mengatakan sudah sepatutnya mereka berkontribusi nyata dalam menjaga ekosistem, terutama di lahan gambut.

"Silakan kalian bersatu, berdiskusi, karena kalian mendapatkan keuntungan yang tinggi dari produksi pabrikasi yang dilakukan dari sumber CPO," ucap Jumhur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Silakan berpikir secara moral bagaimana membantu masyarakat di sini supaya bencana karhutla tidak terjadi. Saya mengundang kerja-kerja Anda," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Jumhur menjelaskan bahwa lahan gambut tak boleh dibiarkan kering. Karena itu, penting melakukan mitigasi dengan memastikan lahan tetap tergenang air melalui pembangunan sekat kanal.

"Lahan gambut itu apabila dia tidak digenangi secara terus-menerus dan pada saat yang sama terus disinari matahari, maka dia berpotensi menjadi panas dan terbakar. Itu fakta," jelas Jumhur.

Dia menyebut, untuk menghadapi siklus El Nino yang diprediksi berlangsung panjang, pemerintah telah berkoordinasi dengan BNPB untuk melakukan operasi hujan buatan atau Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

"Setelah sekat-sekat kanal ini dibangun dengan baik, kita cari waktu yang tepat kemudian diadakan hujan buatan sehingga airnya tertampung. Kita berharap selama El Nino panjang ini, tidak ada lagi kebakaran," imbuhnya.

Secara nasional, Indonesia membutuhkan sekitar 540 ribu sekat kanal untuk mereduksi potensi kebakaran hingga mendekati nol. Namun hingga kini realisasinya baru mencapai 10 persen.

"Kita perlu membangun sekat kanal seluas 540 ribu. Nah, kita baru membangun sekarang total sekitar 50 ribulah, jadi baru sekitar 10 persen," ujarnya.

Menurut dia, kendala utama pembangunan ini meliputi masalah pembiayaan, edukasi kepada masyarakat, hingga penyesuaian aktivitas warga yang terdampak pembangunan sekat.

"Tentunya kita mengundang siapa pun untuk bisa ikut serta dalam mempercepat memperbanyak pembangunan sekat kanal di republik ini," tuturnya.

Simak juga Video 'IDAI Bilang 'El Nino Godzilla' Bisa Bikin Kasus Stunting Melonjak 25 Persen':

(ond/eva)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |