Menteri Imipas Harap Alsintan Jadi 'Alat Komunikasi' Proses Sterilisasi Nusakambangan

3 hours ago 3

Jakarta -

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menerima hibah alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor mini dan mesin pemanen padi dari PT Perintis Sukses Abadi, yang akan digunakan untuk mencetak sawah baru seluas 120 hektare, dengan realisasi awal mencapai 30 hektare di kawasan Solok Jero, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng). Menteri Agus mengatakan alsintan tersebut akan digunakan sebagai 'alat komunikasi' dengan warga yang selama ini mengelola sebagian lahan di pulau penjara.

"Karena ada lahan-lahan yang saat ini sedang bermasalah dengan masyarakat, dan kami berupaya jangan sampai terjadi konflik. Sehingga kita minta supaya ada komunitas yang kami tunjuk, yang bisa bekerja sama dengan masyarakat," kata Menteri Agus di Nusakambangan, Cilacap, Jateng pada Selasa (28/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui, Pulau Nusakambangan semestinya steril dari aktivitas warga luar. Meski hendak menertibkan warga yang mengelola lahan secara ilegal, namun Menteri Agus ingin proses sterilisasi, menghadirkan rasa adil dan tak berujung konflik.

"Sehingga alat yang Mas (Direktur PT Perintis Sukses Abadi, Rio) bisa bermanfaat untuk membangun komunikasi dan kerja sama dengan warga yang saat ini mengelola sebagian lahan dari di Nusakambangan ini," lanjut dia.

Di sisi lain, Menteri Agus menganggap hibah alsintan ini sebagai momen istimewa karena menunjukkan kepedulian dan kontribusi masyarakat, dalam hal ini pihak swasta, mewujudkan program ketahanan pangan yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Menteri Agus menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi.

"Kita menyadari bahwa kita tidak dapat bekerja sendiri. Perlu sinergi dan kolaborasi. Sebagaimana yang selalu menjadi penekanan Bapak Presiden bahwa kita harus membangun sinergi dan kolaborasi antarkementerian/lembaga maupun sektor swasta," ucap Menteri Agus.

Dia lalu menyampaikan Kementerian Imipas selalu membuka ruang kolaborasi untuk semua pihak, baik swasta maupun instansi pemerintah lainnya. Dia optimistis kolaborasi akan mengakselerasi terwujudnya pembangunan nasional.

"Oleh karena itu kami juga terus membuka ruang, mengajak semua pihak, baik kalangan swasta, badan usaha milik negara, maupun instansi pemerintah lainnya untuk terus bersinergi mendukung seluruh program pemerintah. Kami yakin dengan kolaborasi akan mempercepat tujuan pembangunan nasional," ungkap Menteri Agus.

Catatan detikcom pada Senin (8/9/2025) sore, Menteri Agus menyampaikan harapan agar Pulau Nusakambangan steril dari penduduk sekitar. Menteri Agus meminta agar tanah-tanah Pulau Nusakambangan yang diduduki warga lokal dikembalikan sesuai dengan peruntukannya, yakni kegiatan permasyarakatan.

Dia berharap pemerintah daerah, kepolisian dan kejaksaan dapat membantu terkait sterilisasi Pulau Nusakambangan.

"Saya minta tolong terkhusus kepada Pak Bupati, Pak Kapolres, Pak Kajari, ini tolong kami dibantu untuk menjaga kesterilan (Nusakambangan)," kata Menteri Agus saat memberi sambutan di acara bakti sosial (baksos) kepada warga pesisir sekitar Pulau Nusakambangan, tepatnya di Sesko Daun Lumbung (Ksatrian Amirul Isnaini) Cilacap.

Menteri Agus khawatir area-area pinggir Pulau Nusakambangan semakin dipadati warga, jika penertiban tak kunjung dilakukan. "Jangan sampai juga makin lama masyarakat makin masuk, sehingga sterilisasi daripada Pulau Nusakambangan ini menjadi bias," sambung Menteri Agus.

(aud/fca)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |