Menbud-PAPPRI Bahas Hari Musik Nasional, Dangdut Diusulkan Tampil

2 hours ago 1

Jakarta -

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menerima audiensi Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas rencana peringatan Hari Musik Nasional (HMN) 2026 yang akan digelar di sejumlah daerah dengan mengedepankan semangat kolaborasi serta penguatan kebudayaan nasional.

Dalam audiensi tersebut, Sekretaris Jenderal PAPPRI Dwiki Darmawan menyampaikan bahwa PAPPRI merupakan penggagas Hari Musik Nasional sejak 30 tahun lalu, tepatnya pada 27 Februari 1986. Ia menuturkan, PAPPRI secara konsisten menjaga peringatan Hari Musik Nasional selama lebih dari dua dekade.

"Hari Musik Nasional harus terus dijaga sebagai momentum kebudayaan, sebagai harapan bagi kekuatan musik nasional. Kami sebagai organisasi profesi merasa bertanggung jawab untuk memastikan peringatan ini tidak terlewatkan dan tetap selaras dengan kebijakan kebudayaan nasional," ujar Dwiki, dalam keterangan tertulis, Senin (23/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari Musik Nasional sendiri secara resmi ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013 dan diperingati setiap 9 Maret. Pada tahun ini, PAPPRI merancang rangkaian peringatan yang disesuaikan dengan momentum Ramadan. Puncak peringatan pada 9 Maret akan dipusatkan di Gedung Negara, Serang, Banten, dengan melibatkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAPPRI di seluruh Indonesia.

Acara tersebut rencananya akan menampilkan berbagai talenta lokal bernuansa religius, seperti Terbang Gede, Genjring Zikir, Rudat, hingga salawat, sebagai bagian dari upaya menghadirkan kekayaan ekspresi musik daerah dalam peringatan nasional.

Fadli Zon menyatakan dukungannya terhadap inisiatif PAPPRI dalam menghidupkan ekosistem musik nasional.

"Kami sangat mendukung upaya-upaya untuk terus menghidupkan dan memajukan musik Indonesia. Hari Musik Nasional yang diperingati setiap 9 Maret sejalan dengan hari lahir Wage Rudolf Supratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kami terbuka untuk berkolaborasi dan mendukung agenda yang telah direncanakan," ujar Fadli Zon.

Fadli juga menyambut baik rencana pelaksanaan peringatan Hari Musik Nasional yang akan digelar pada 9 Maret di Banten dan dilanjutkan pada 15 April di Taman Ismail Marzuki. Ia turut mendorong agar unsur musik dangdut dihadirkan dalam rangkaian perayaan tersebut, sejalan dengan proses pengusulan dangdut sebagai Warisan Budaya Takbenda ke UNESCO.

Upaya tersebut, menurut Fadli, tengah dipersiapkan bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI).

Audiensi ini turut dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra, Direktur Film, Media, dan Seni Saifullah, Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional Annisa Rengganis, serta jajaran pengurus PAPPRI.

Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya bersama PAPPRI untuk terus memperkuat musik sebagai salah satu pilar pemajuan kebudayaan nasional, sekaligus memastikan Hari Musik Nasional menjadi momentum strategis dalam merayakan keberagaman, kreativitas, dan identitas musik Indonesia.

(akn/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |