Mahasiswa Hukum-Kedokteran Disebut Buang-buang Waktu, Ini Alasannya

7 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Lulusan yang dianggap prestisius, seperti hukum dan kedokteran, disebut bakal tak relevan di masa depan. Penyebabnya lagi-lagi adalah kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI). Bahkan, para mahasiswa hukum dan kedokteran dinilai hanya membuang-buang waktu.

Pernyataan kontroversial ini diungkapkan pendiri tim AI generatif pertama di Google, Jad Tarifi. Menurutnya, waktu mahasiswa untuk mengejar gelar hukum atau kedokteran akan terbuang sia-sisa saat AI mengejar ketertinggalan sebelum mereka lulus.

"AI sendiri akan hilang saat Anda menyelesaikan gelar PhD. Bahkan hal-hal seperti penerapan AI pada robotika akan terpecahkan saat itu," ujar Tarifi, yang juga lulusan PhD bidang AI, dikutip dari Fortune, Rabu (1/4/2026).

Untuk mendapatkan gelar profesi seperti dokter atau pengacara membutuhkan waktu yang lama. Bahkan hampir satu dekade untuk bisa membuat satu lulusan masuk dunia kerja.

Lamanya waktu tersebut, Tarifi menjelaskan, akan membuat mereka masuk dunia kerja dengan pengetahuan yang sudah ketinggalan zaman.

Selain itu, dia juga mengkritik metode pendidikan yang ada sekarang. Menurutnya metode yang digunakan masih mengandalkan hafalan dibandingkan pengembangan keterampilan yang relevan di era AI.

Tarifi juga menyoroti gelar akademik lanjutan, termasuk PhD. Lulusan gelar tersebut kemungkinan juga tidak bisa mendapatkan nilai lebih karena percepatan inovasi di bidang AI melampaui waktu penyelesaian gelar.

"Keberhasilan di masa depan tidak akan datang dari mengumpulkan kredensial, melainkan dari mengembangkan perspektif yang unik, kesadaran emosional, dan hubungan antarmanusia yang kuat," ujar Tarifi.

Saran yang dia berikan kepada generasi muda adalah berfokus pada keterampilan manusia yang tidak mudah ditiru AI. Misalnya kemampuan berempati dan keterampilan interpersonal, serta pengembangan diri secara emosional.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |