Lengkap! Pesan Menohok Presiden Iran untuk Warga AS

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah memanasnya konflik Timur Tengah, Presiden Iran Masoud Pezeshkian memilih jalur yang tak biasa, yaitu menyasar langsung publik Amerika Serikat. Lewat surat terbuka, ia melontarkan pertanyaan tajam soal arah perang yang menurutnya justru bisa merugikan rakyat AS sendiri.

Pezeshkian meminta warga AS melihat konflik secara lebih jernih, di luar narasi yang menurutnya penuh distorsi. Ia juga menyinggung slogan "America First" milik Presiden Donald Trump, yang dinilai tidak tercermin dalam kebijakan saat ini.

"Tepatnya kepentingan rakyat Amerika yang mana yang benar-benar dilayani oleh perang ini? Apakah pembantaian anak-anak yang tidak berdosa, penghancuran fasilitas farmasi pengobatan kanker, atau kebanggaan atas pengeboman sebuah negara 'kembali ke zaman batu' melayani tujuan lain selain merusak reputasi global Amerika Serikat?" tulis Pezeshkian yang disiarkan melalui lembaga penyiaran negara Iran, PressTV, dikutip Sabtu (4/4/2026).

Ia juga menolak keras anggapan Iran merupakan ancaman global. Pezeshkian menyebut negaranya justru diserang saat tengah terlibat dalam pembicaraan nuklir multilateral, termasuk dalam perang 12 hari pada Juni 2025 dan serangan terbaru pada akhir Februari 2026.

Menurutnya, serangan terhadap infrastruktur vital Iran mulai dari fasilitas energi hingga industri secara langsung menyasar rakyat sipil. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai kejahatan perang yang berdampak luas, bahkan melampaui batas wilayah Iran.

Lebih jauh, Pezeshkian memperingatkan, eskalasi konflik hanya akan memperburuk ketidakstabilan global dan meningkatkan biaya ekonomi. Ia menilai strategi serangan tersebut justru mencerminkan kegagalan mencapai solusi jangka panjang.

"Tindakan itu menghasilkan ketidakstabilan, meningkatkan biaya manusia dan ekonomi, serta melanggengkan siklus ketegangan, menanam benih dendam yang akan bertahan selama bertahun-tahun. Ini bukan demonstrasi kekuatan; ini adalah tanda kebingungan strategis dan ketidakmampuan untuk mencapai solusi yang berkelanjutan," tegasnya.

Surat ini muncul tak lama setelah Trump mengeluarkan ancaman baru terhadap Teheran melalui media sosial. Ia menyatakan AS akan terus membombardir Iran hingga "kembali ke Zaman Batu" jika Selat Hormuz tidak dibuka. Trump juga mengeklaim Iran telah meminta gencatan senjata, namun klaim tersebut dibantah oleh pejabat Teheran.

Media Al Jazeera melaporkan, saat ini kedua negara terlibat dalam perang narasi yang intens. Iran menegaskan posisinya sebagai pihak yang diserang, sementara AS mencoba mempertahankan narasi kemenangan.

Dalam suratnya, Pezeshkian juga mempertanyakan peran Israel dalam konflik ini. Ia menuding Washington bertindak sebagai proksi bagi sekutunya tersebut dalam melancarkan agresi terhadap Iran sejak 28 Februari lalu.

"Bukankah benar juga bahwa Amerika telah memasuki agresi ini sebagai proksi bagi Israel, yang dipengaruhi dan dimanipulasi oleh rezim tersebut?" kata ia bertanya.

Ia bahkan menyebut Israel berupaya mengalihkan perhatian global dari krisis Palestina dengan membangun narasi ancaman Iran, sekaligus memanfaatkan sumber daya AS untuk kepentingan sepihak.

"Bukankah jelas bahwa Israel sekarang bertujuan untuk melawan Iran hingga tentara Amerika terakhir dan dolar pembayar pajak Amerika terakhir, mengalihkan beban delusinya ke Iran, kawasan tersebut, dan Amerika Serikat sendiri demi mengejar kepentingan yang tidak sah?" demikian isi surat tersebut.

(tps/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |