Jakarta -
CT Arsa Foundation berkolaborasi bersama Koarmada RI dan stakeholders lainnya untuk melakukan bersih-bersih lingkungan hingga penanaman mangrove di pesisir Jakarta Utara tepatnya di kawasan Rumah Apung Muara Angke dalam rangka memperingati Hari Bumi. Koarmada RI pun mengapresiasi langkah konkret yang diinisiasi oleh CT Arsa Foundation.
CT Arsa Foundation bersama Koarmada RI menanam bibit Mangrove dan bersih-bersih di Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara, Sabtu (25/4/2026). Foto: Kurniawan Fadilah/detikcom
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pangkoarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata melalui Asisten Teritorial Pangkoarmada RI Laksma TNI Budi Mulyadi menyampaikan langkah ini merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat pra-sejahtera. Laksdya Denih mengatakan kegiatan yang diinisiasi oleh CT Arsa Foundation ini merupakan aksi nyata menggabungkan edukatif dan sosial.
"Kegiatan Gebrag Literasi Spesial Hari Bumi ini merupakan kolaborasi strategis yang menggabungkan aspek edukatif dan sosial. Kami menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah konkret dalam menjalankan amanat untuk menjaga bumi ini, untuk bisa diwariskan ke generasi berikutnya," kata Laksdya Denih dalam sambutannya yang dibacakan Laksma Budi di kawasan Rumah Apung Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara, Sabtu (25/4/2026).
Laksdya Denih menyampaikan pengetahuan adalah kunci perubahan. Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga tentang memahami bagaimana realitas dan bertindak berdasarkan pengetahuan tersebut.
"Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan benih kepedulian di hati kita semua. Masa depan yang lebih baik tidak datang dengan sendirian, melainkan dibangun melalui tangan-tangan yang mau berbagi dan saling menjaga," ujarnya.
Ia juga menilai kegiatan ini sangat positif. Menurutnya, kegiatan sosial yang diinisiasi CT Arsa Foundation dapat menjaga lingkungan untuk masa depan.
"Kita tidak hanya menanam mangrove, tapi juga menanam harapan. Mudah-mudahan ini bisa berlanjut, ya," terangnya.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga dinilai sejalan dengan prinsip bela negara yang digaungkan pemerintah. Dengan menjaga lingkungan, masyarakat sudah ikut ambil bagian dalam melakukan aksi bela negara.
"Bela Negara kan tidak harus panggung senjata. Jadi bisa dilakukan apa saja, seperti terhadap lingkungan juga, terhadap masyarakat, di mana nanti ke depannya kita harapkan dengan generasi muda yang sehat, dengan pemeriksaan kesehatan tadi, akan menjadi penunjang atau pendukung dari kekuatan negara, dari masyarakat," tuturnya.
"Jadi selain mengapresiasi kegiatan ini kepada semua pihak, kami juga mengharapkan bahwa kolaborasi seperti ini sangat bagus, mengharapkan supaya hal-hal seperti ini dipertahankan dan dikembangkan sehingga ke depannya kita akan terus dan selalu berkolaborasi sehingga masyarakat itu menerima hal seperti ini bukan lagi suatu kewajiban tetapi menjadi suatu kebutuhan," imbuhnya.
(kuf/eva)

















































