Khamenei Tewas, Perusahaan Ini Langsung Rugi dan Masuk Pengadilan

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas sebagai martir dalam serangan brutal Amerika Serikat (AS) dan Israel pada akhir Februari 2026. Eskalasi perang langsung meruncing dan berdampak ke mana-mana.

Iran melancarkan serangan balas dendam ke Israel dan pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah. Penerbangan di kawasan tersebut terhambat, internet lumpuh, sejumlah fasilitas publik dan infrastruktur kritis rusak, korban berjatuhan, dan AS menghadapi konflik di negaranya dengan pemasok 'senjata' AI Anthropic.

Dampak lainnya ternyata dirasakan platform pasar taruhan berbasis web, The Kalshi. Perusahan dituntut lantara gagal membayar uang senilai US$54 juta (Rp916 miliar) untuk orang-orang yang bertaruh bahwa Khamenei akan meninggalkan jabatannya sebelum 1 Maret 2026.

Tuntutan ini dibawa ke jalur hukum dengan gigatan dimasukkan pada Kamis (5/3) pekan lalu waktu setempat.

Menurut gugatan tersebut, Kalshi tidak menggunakan ketentuan "pengecualian kematian" sampai setelah pemimpin Khamenei terbunuh. Taktik ini dinilai sengaja untuk menghindari pembayaran kepada pelanggan di "Pasar Khamenei" milik Kalshi atas apa yang seharusnya mereka terima.

Orang-orang yang bertaruh soal nasib Khamenei mengatakan prediksi mereka soal sang pemimpin mundur dari jabatannya bisa saja melalui kematian. Pasalnya, armada angkatan laut AS yang sudah bersiap melancarkan serangan ke Iran, ditambah usia Khamenei yang sudah 85 tahun, dinilai menjadi faktor menentukan pilihan dalam taruhan tersebut.

Gugatan tersebut menilai tergugat juga memahami hal ini. Bahasa yang menyebutkan bahwa kepergian Khamenei dapat disebabkan oleh apa pun, termasuk kematian, dinilai sudah sangat jelas dan tidak ambigu, menurut gugatan tersebut.


Tindakan Kalshi yang tiba-tiba mengubah ketentuan dalam taruhan tersebut setelah Khamenei meninggal, dinilai sebagai tindakan penipuan.


Gugatan tersebut, yang diajukan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Pusat California, menyatakan bahwa Kalshi tersebut terus melakukan perdagangan, bahkan ketika berita kematian Khamenei mulai beredar.

Namun, juru bicara Kalshi mengatakan aturan perusahaan tidak berubah dan sudah jelas sejak awal karena "mencakup setiap tindakan pencegahan untuk memastikan orang tidak dapat melakukan perdagangan berdasarkan hasil kematian."

"Kami bahkan mengganti semua biaya dan kerugian bersih dari kantong sendiri, hingga jutaan dolar, untuk memastikan tidak ada satu orang pun yang kehilangan uang di pasar ini," kata juru bicara tersebut.

Pasar prediksi telah meledak popularitasnya sejak pemilihan AS 2024, ketika probabilitas waktu nyata mereka terbukti lebih akurat daripada jajak pendapat dalam memprediksi kemenangan Donald Trump.

Mereka menawarkan kontrak 'ya-atau-tidak' yang dapat diperdagangkan dan memungkinkan pengguna untuk bertaruh pada berbagai peristiwa dunia nyata, mulai dari olahraga hingga politik dan ekonomi. Biaya taruhan berfluktuasi antara nol dan 100 sen, dan biasanya dibayarkan ketika hasilnya dikonfirmasi.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |