amalia Zahira, CNBC Indonesia
10 March 2026 02:47
Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak tokoh besar dalam sejarah kedokteran berasal dari dunia Barat. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa salah satu pelopor penting ilmu bedah justru merupakan dokter Muslim dari wilayah Barat dunia Islam, tepatnya dari Andalusia (Spanyol).
Tokoh tersebut adalah Abu Al-Qasim Khalaf ibn Abbas Al-Zahrawi, seorang dokter dan ilmuwan yang hidup pada abad ke-10. Di dunia Barat, ia lebih dikenal dengan nama Albucasis dan sering dijuluki sebagai "father of modern surgery" atau bapak bedah modern.
Sepanjang hidupnya, Al-Zahrawi dikenal sebagai dokter yang sangat berpengaruh. Ia bahkan pernah menjadi dokter istana bagi Khalifah Al-Hakam II. Selain praktik medis, ia juga mengabdikan hidupnya untuk menulis dan mengajar ilmu kedokteran.
Menulis Ensiklopedia Kedokteran 30 Jilid
Warisan terbesar Al-Zahrawi adalah karya medis monumental berjudul "Al-Tasrif liman 'Ajaz 'an al-Ta'lif" (Susunan Pengetahuan Medis bagi Seseorang yang Tidak Mampu Menyusun Buku Sendiri), sebuah ensiklopedia kedokteran yang terdiri dari 30 jilid.
Buku tersebut dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teks-teks medis teoretis yang luas dan kebutuhan medis praktis sehari-hari. Isi dari buku itu adalah rangkuman dari puluhan tahun pengalaman praktik medis Al-Zahrawi, mulai dari pengobatan umum, farmakologi, kebidanan, hingga berbagai teknik pembedahan.
Bagian tentang ilmu bedah menjadi yang paling terkenal. Ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12, karya ini menjadi referensi utama pendidikan kedokteran di Eropa selama lebih dari lima abad.
Merancang Lebih dari 200 Alat Bedah
Al-Zahrawi juga dikenal sebagai pelopor dalam pengembangan instrumen bedah.
Dalam bukunya, ia menggambar dan menjelaskan lebih dari 200 alat bedah, mulai dari pisau bedah, forceps (gunting tang), hingga alat kebidanan. Banyak dari instrumen tersebut merupakan desain baru yang kemudian menjadi dasar pengembangan alat medis modern.
Selain itu, ia juga mendokumentasikan berbagai prosedur operasi secara sistematis, termasuk operasi telinga, hidung, tenggorokan, hingga teknik penanganan cedera.
Warisan Ilmu yang Bertahan Berabad-abad
Pengaruh Al-Zahrawi terhadap dunia medis sangat besar. Karyanya menjadi rujukan bagi banyak dokter dan ahli bedah di Eropa selama ratusan tahun.
Karena kontribusinya tersebut, Al-Zahrawi menjadi salah satu tokoh paling penting dalam sejarah perkembangan ilmu bedah modern.
Kisahnya menunjukkan bahwa perkembangan sains global tidak hanya dibangun oleh satu peradaban saja, tetapi juga oleh kontribusi lintas budaya, termasuk dari dokter Muslim yang lahir di wilayah Barat dunia Islam.
(mae/mae)
Addsource on Google


















































