Jakarta, CNBC Indonesia - Keluarga Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi meluncurkan mata uang kripto alternatif bernama USD1 melalui perusahaan World Liberty Financial. Langkah ini menandai perubahan radikal dalam sejarah keuangan Amerika Serikat, di mana sejak tahun 1792, Presiden AS dan keluarganya cenderung mempertahankan status quo yang memberikan monopoli penerbitan mata uang kepada pemerintah federal.
Produk yang dipasarkan sebagai stablecoin ini dirancang untuk memiliki nilai yang dipatok pada dolar AS. World Liberty Financial mempromosikan USD1 sebagai versi dolar yang ditingkatkan bagi era baru, dengan keyakinan bahwa sektor swasta adalah tempat yang tepat untuk mendorong inovasi keuangan global.
Dalam acara World Liberty Forum perdana yang digelar di Mar-a-Lago, kedua putra tertua presiden, Donald Trump Jr. dan Eric Trump, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memodernisasi sistem keuangan. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh mulai dari praktisi keuangan, pakar teknologi, selebritas seperti Nicki Minaj, hingga Presiden FIFA.
Donald Trump Jr. menyatakan bahwa inisiatif ini justru akan memperkuat posisi dolar AS di kancah internasional. Ia berargumen bahwa perusahaan kripto saat ini merupakan pembeli besar surat utang pemerintah, yang secara struktural akan menstabilkan ekonomi nasional.
"Ini sebenarnya akan menjaga hegemoni dolar. Ada perusahaan kripto yang menjadi lima pembeli teratas di dunia. Itu sebenarnya akan menstabilkan dolar AS dan melakukan semua hal yang kita butuhkan," ujar Donald Trump Jr. kepada CNBC International di sela-sela acara tersebut, Rabu, dikutip Kamis (19/2/2026).
Ia juga mengkritik pemerintah federal dan sistem perbankan Wall Street yang dinilainya terlalu lamban dan tidak cukup inovatif untuk melakukan perubahan besar. Menurutnya, keterlibatan pihak swasta dalam menciptakan USD1 adalah solusi untuk memimpin kemajuan teknologi keuangan di Amerika.
"Kita akan memimpin jalan sebagai warga Amerika. Anda akan menyerahkan hal itu kepada siapa, JPMorgan untuk melakukannya? Anda akan menyerahkan hal itu kepada pemerintah federal untuk melakukannya?" tegas Eric Trump.
Eric menambahkan bahwa perbankan besar saat ini terlalu cepat merasa puas dan sudah waktunya untuk menghadapi gangguan teknologi. Ia menyoroti pola kerja para bankir yang dianggapnya tidak lagi produktif dan ketinggalan zaman dibandingkan dengan pesatnya perkembangan teknologi.
"Apakah menurut Anda bank-bank besar benar-benar akan melakukan ini? Maksud saya, sudah 50 tahun para bankir bekerja enam jam sehari. Mereka punya istirahat makan siang dua jam. Mereka biasanya sudah keluar kantor pada jam empat sore," kata Eric Trump.
Selain ambisi inovasi, keluarga Trump mengakui bahwa dorongan utama di balik ventura ini adalah rasa sakit hati dan bentuk pembalasan terhadap sistem keuangan tradisional. Mereka merasa telah dikucilkan secara tidak adil oleh industri perbankan setelah peristiwa kerusuhan Capitol pada 6 Januari 2021.
"Anda tahu, kami masuk ke kripto bukan karena kami berada di garis depan inovasi. Kami masuk ke dalamnya karena kebutuhan. Mereka pada dasarnya memaksa kami masuk ke dalamnya," ungkap Donald Trump Jr. dalam wawancaranya.
Eric Trump menambahkan bahwa periode setelah ayahnya meninggalkan Gedung Putih pada masa jabatan sebelumnya merupakan masa yang traumatis bagi bisnis keluarga. Banyak institusi perbankan yang menolak bekerja sama dengan properti komersial maupun lapangan golf milik keluarga Trump.
"Kami adalah orang-orang yang paling banyak dibatalkan di dunia pada tahun 2020, 2021, dan sangat luar biasa rasanya memiliki pembalasan ini di mana tiba-tiba kami mulai mendorong sebuah agenda. Agenda kami adalah memodernisasi keuangan, untuk membiarkan hal itu tidak pernah, tidak akan pernah terjadi lagi kepada siapa pun," jelas Eric Trump.
Donald Trump Jr. bahkan menyebut sistem perbankan tradisional sebagai skema Ponzi. Ia mengklaim bahwa penutupan akun-akun milik keluarga Trump dan kaum konservatif dilakukan tanpa dasar kesalahan yang jelas, melainkan hanya karena preferensi politik.
"Mereka menciptakan monster ini ketika Anda melihat setiap bank besar di dunia, tanpa melakukan kesalahan apa pun, melakukan de-bank terhadap akun-akun Trump hanya berdasarkan fakta bahwa kita semua mengenakan topi bertuliskan 'Make America Great Again'," tutur Donald Trump Jr.
Eric Trump mengenang betapa sulitnya menjalankan bisnis ketika akses perbankan diputus secara sepihak. Hal ini memicu keluarga Trump untuk selalu melakukan serangan balik, serupa dengan saat mereka mendirikan platform Truth Social ketika diblokir oleh media sosial besar.
"Ini adalah bangunan komersial, bangunan tempat tinggal, lapangan golf di seluruh dunia. Ini bukan entitas politik, dan mereka menarik akun-akun ini dari kami seolah-olah kami adalah anjing. Kami tidak bisa membayar vendor, kami tidak bisa membayar karyawan. Maka kami berkata, dengar, harus ada jalan yang lebih baik," pungkas Eric Trump.
Kini, untuk pertama kalinya sejak tahun 1792, keluarga seorang Presiden AS secara aktif menciptakan mata uang tandingan. Langkah ini dipandang sebagai upaya keluarga Trump untuk mengambil alih kendali keuangan dari tangan birokrasi pemerintah dan lembaga perbankan tradisional.
(tps/sef)
Addsource on Google















































