Kelalaian Pemicu 112 Nyawa Melayang dalam Hitungan Detik

2 hours ago 1
Jakarta -

Kecelakaan tiga kereta sekaligus di Stasiun Harrow and Wealdstone merupakan salah satu tragedi mengerikan di Inggris. Bahkan kecelakaan ini hanya berlangsung beberapa detik saja.

Dikutip dari laporan investigasi Ministry of Transport, kecelakaan beruntun ini terjadi pada tanggal 8 Oktober 1952 sekitar pukul 08.19 pagi di Stasiun Harrow and Wealdstone, Inggris.

Awalnya, tabrakan pertama dimulai saat kereta penumpang lokal (jurusan Tring ke Euston) sedang berhenti di peron No. 4 jalur Up Fast untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kondisi kabut, Kereta Ekspres Perth (jurusan Perth ke Euston) yang melaju dengan kecepatan 50-60 mil/jam melanggar sinyal peringatan (caution) dan dua sinyal berhenti (danger). Kereta itu lalu menabrak bagian belakang Kereta Lokal yang sedang berhenti.

Selanjutnya, tabrakan pertama melempar puing-puing dan lokomotif ke jalur berlawanan (Down Fast). Kereta Ekspres Liverpool (jurusan Euston ke Liverpool/Manchester) yang melaju dari arah berlawanan dengan kecepatan mendekati 60 mil/jam menabrak puing-puing lokomotif kereta Perth tersebut.

Tabrakan ini terjadi begitu cepat. Bahkan, semua berlangsung hanya dalam hitungan detik saja.

Kereta Ekspres Liverpool menabrak puing-puing tabrakan pertama hanya satu atau dua detik setelah benturan pertama terjadi. Petugas sinyal sempat berupaya mengubah sinyal jalur Down Fast menjadi bahaya, namun jarak kereta sudah terlalu dekat sehingga tabrakan kedua tidak terhindarkan.

Tabrakan hebat ini mengakibatkan banyak korban jiwa. Totalnya ada 112 orang tewas dalam bencana ini.

Kemudian, sebanyak 157 orang mengalami luka dan dirawat di rumah sakit, sementara 183 orang lainnya mengalami luka ringan atau syok.

Penyebab Kecelakaan

Setelah dilakukan investigasi, ternyata kecelakaan ini juga dipicu oleh kelalaian masinis. Masinis Kereta Ekspres Perth tidak bisa mengurangi kecepatan sesuai sinyal peringatan dan melewati sinyal Outer Home serta Inner Home yang berada dalam posisi bahaya.

Ditambah lagi kondisi kabut tebal yang tidak merata di sepanjang jalur membatasi jarak pandang masinis. Penyelidikan teknis membuktikan bahwa seluruh peralatan persinyalan, sistem penguncian mekanis, serta sirkuit listrik berfungsi dengan baik dan tidak mengalami kegagalan teknis sebelum benturan.

(rdp/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |