Petugas perlintasan sebidang liar di Jalan Ampera, Kota Bekasi, merespons upaya KAI membangun palang besi di lokasi tersebut, yang menjadi titik tertempernya taksi hijau dengan KRL. Petugas menilai adanya palang besi malah mempersempit jalan di perlintasan.
"Kalau menurut saya sendiri sih kalau begini malah kurang aman soalnya kesempitan. Palangnya kesempitan. (Sekarang) lebar," ujar Haidar salah satu petugas di lokasi, Rabu (29/4/2026).
Haidar menyebut, perlintasan sebidang liar di Jalan Ampera ini sudah ada sejak era 1980-an. Sejak dulu, kata dia, perlintasan sebidang liar ini menggunakan bambu.
"Sekitar tahun 80-an udah pakai bambu," ungkap Haidar.
Dia menjelaskan lokasi tersebut memang menjadi jalur ramai. Jadi, petugas yang berjaga tidak berhenti selama 24 jam secara bergantian.
"Biasanya ini dijagain 24 jam bergantian. Iya, setiap hari. Jalur rame, aktif terus," tuturnya.
Sebelumnya, Menhub Dudy Purwagandhi memerintahkan KAI segera memasang palang otomatis di perlintasan sebidang yang ada. Dudy menyebut pemasangan palang sebagai langkah jangka pendek guna mencegah kecelakaan terulang.
"Yang paling penting kita lihat adalah jangka pendeknya dulu, lintasan-lintasan mana yang harus segera kita pasangkan palang pintunya," kata Dudy saat uji coba KRL relasi Bekasi-Cikarang, Rabu (29/4).
Dudy menyebut perbaikan palang pintu ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Dia mengatakan pihak akan memberikan imbauan hingga penindakan berupa penutupan perlintasan sebidang liar.
"Jadi kami akan menertibkan semua lintasan-lintasan yang tidak berizin atau lintasan yang membahayakan bagi perjalanan kereta api. Jadi kita akan memperbaiki dan juga akan meminta supaya tidak ada lagi penambahan lintasan-lintasan baru lagi yang akhirnya akan menyulitkan. Karena kalau semakin banyak lintasan juga itu akan menambah waktu perjalanan kereta api," ujar Dudy.
Dudy menjelaskan solusi pembangunan underpass atau flyover tengah dipikirkan. Dia mengatakan masih diperlukan diskusi banyak pihak untuk solusi jangka panjang tersebut.
"Flyover maupun underpass itu kan butuh waktu. Jadi kita harus menyegerakan pemasangan palang-palang pintu tersebut. Karena proses untuk underpass maupun flyover itu masih akan butuh waktu," kata Dudy.
Dia mengatakan Prabowo meminta infrastruktur transportasi segera diperbaiki. Dia mengatakan pemerintah masih menghitung kebutuhan anggarannya.
"Sebagaimana disampaikan Pak Presiden, infrastruktur transportasi itu nomor satu, itu mungkin juga termasuk dengan lintasan yang di pemda akan kita perbaiki. Ya, infrastruktur akan terus kita hitung. Artinya setiap daerah, setiap lokasi membutuhkan penanganan yang berbeda-beda. Ya, nanti akan kita hitung dulu, tidak bisa saya sampaikan di sini. Tentunya ada elemen lahannya, pembangunan fisiknya, sampai dengan tata kelola jika itu sudah digunakan," pungkasnya.
Tonton juga video "KAI Pasang Palang Besi di Perlintasan Dekat Lokasi Kecelakaan KA Bekasi"
(kuf/isa)


















































