Kapolda Riau Kukuhkan 5 Kampung Tangguh, Lawan Narkoba dari Tingkat Desa

2 days ago 2

Pekanbaru -

Kepolisian Daerah (Polda) Riau menegaskan komitmennya dalam memberantas segala bentuk penyalahgunaan narkoba di wilayahnya. Selain upaya penegakan hukum dari hulu ke hilir, Polda Riau secara masif melakukan edukasi dan sosialisasi terkait bahaya narkoba kepada seluruh elemen masyarakat.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menegaskan bahwa penanganan narkotika tidak bisa lagi hanya berfokus pada penegakan hukum di tingkat hilir (penangkapan). Namun, edukasi juga diperlukan untuk membentengi masyarakat dari segala bentuk penyalahgunaan narkoba.

Sebagai bagian dari strategi pencegahan berbasis masyarakat, Polda Riau menetapkan lima wilayah sebagai percontohan Kampung Tangguh Anti Narkoba, yakni Kampung Tangguh Anti Narkoba Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil); Kampung Dalam di Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Desa Empang Pandan, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota, Dumai; dan Desa Jangkang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kampung tangguh ini adalah cara kita menguatkan masyarakat bawah. Tugas ini bukan hanya tugas polisi, tapi tugas kolektif kita semua untuk melakukan pemetaan dan asesmen potensi sosial," kata Irjen Pol Herry Heryawan di Mapolda Riau, Kota Pekanbaru, Kamis (16/4/2026).

Dalam sambutannya, Kapolda Riau menyinggung insiden kericuhan dan aspirasi masyarakat terkait narkoba di Panipahan, Rokan Hilir, beberapa waktu lalu. Ia menyebutnya insiden tersebut adalah sebagai sebuah peringatan keras (wake up call) tidak hanya aparat kepolisian, tetapi juga instansi lain dan pemerintahan.

Di sisi lain, lulusan Akpol 96 itu juga mengungkapkan apresiasinya kepada ibu-ibu di Panipahan yang berani bersuara. Berdasarkan asesmen pasca-konflik, terungkap bahwa banyak keluarga hancur karena narkoba, termasuk para nelayan yang terjebak mitos bahwa narkoba bisa menambah kekuatan saat melaut.

"Kejadian Panipahan adalah wake up call bukan saja untuk Kapolsek, tapi untuk saya, Danrem, BNNP, Bea Cukai, hingga Pemda. Kami melakukan asesmen, ternyata di sana kurang sentuhan polisi dan pemerintah," ujar Irjen Herry.

Rotasi Besar-besaran

Sebagai tindakan nyata, Kapolda melakukan evaluasi secara menyeluruh di internal. Ia melakukan bersih-bersih dengan merotasi puluhan personel.

"Saya ganti 28 personel di sana. Yang menetap hanya mereka yang tidak teridentifikasi 'main mata' dengan jaringan. Sebelum apel, personel baru saya suruh cek urine di depan masyarakat," tegasnya.

Lebih lanjut, Irjen Herry Heryawan mengatakan pihaknya tidak tinggal diam dalam perang melawan narkoba. Ia memaparkan capaian Polda Riau selama 2025-2026 telah mengungkap 3.827 kasus dengan jumlah tersangka mencapai 3.417 orang.

Dari barang bukti yang disita, Kepolisian telah menyelamatkan sekitar 5,3 juta orang dari bahaya ketergantungan. Namun, Irjen Herry mengingatkan bahwa angka penangkapan yang tinggi bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan, mengingat Indonesia bukan lagi tempat transit narkoba melainkan sudah menjadi pasar narkoba.

"Indonesia bukan lagi sekadar tempat transit, tapi sudah menjadi market state (negara pasar). Jika kita hanya fokus di hilir, masalah tidak akan selesai," pungkasnya.

Simak juga Video 3 Permintaan Prabowo ke Kapolri: Berantas Narkoba, Penyelundupan, Judol

(mea/dhn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |