Green Leadership PROPER 2025
Kanthi Malikhah, CNBC Indonesia
13 April 2026 16:20
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Kaltim Methanol Industri menorehkan dua prestasi membanggakan dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
PT Kaltiim meraih penghargaan emas pada PROPER 2025 sedangkan Agus Priyatno selaku Direktur Utama PT Kaltim Methanol Industri juga dianugerahi Green Leadership Proper dalam ajang anugerah PROPER 2025.
PT Kaltim Methanol Industri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang petrokimia, yang memproduksi metanol secara eksklusif di Indonesia dan berlokasi di kawasan industri PT. Kaltim Industrial Estate atau anak perusahaan PT. Pupuk Kalimantan Timur Bontang.
Di bawah kepemimpinan Agus Prayitno, PT Kaltim Methanol Industri (KMI) terus memperkuat langkah transformasi hijau di tengah tantangan transisi energi global.
Sebagai satu-satunya perusahaan industri kimia di Indonesia yang mengolah gas alam menjadi methanol, perusahaan ini menjalankan berbagai inovasi rendah karbon sekaligus mendorong dampak sosial bagi masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya tuntutan dunia industri untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim, kebutuhan energi berkelanjutan, serta penguatan ekonomi nasional. KMI menilai industri kimia dapat menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan energi, pangan, hingga pengentasan kemiskinan.
Berlokasi di Kawasan Industri Kaltim Industrial Estate, Bontang, perusahaan melihat peluang memanfaatkan emisi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan dari kawasan industri sekitar. Melalui penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU), KMI berhasil memproduksi methanol dengan intensitas karbon rendah atau low carbon intensity methanol.
Tak hanya itu, perusahaan juga tengah melakukan studi kelayakan pemanfaatan biomethane sebagai bahan baku produksi biomethanol. Kedua program ini menjadi bagian dari kontribusi KMI dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia dan transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Foto: KMI
PT Kaltim Methanol Industri (KMI
Pembangunan wilayah kini tidak lagi menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan melibatkan peran aktif sektor swasta dan masyarakat. Dunia usaha pun dituntut tidak hanya berfokus pada profit (single bottom line), tetapi juga aspek keuangan, sosial, dan lingkungan (triple bottom line).
Sejalan dengan tren tersebut, PT Kaltim Methanol Industri menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). Perusahaan mengarahkan inisiatif CSR pada sejumlah sektor strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat di wilayah sekitar operasional.
Program-program tersebut dirancang dengan pendekatan penciptaan nilai bersama (creating shared value), yang tidak hanya berfokus pada bantuan jangka pendek, tetapi juga pada pembangunan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan.
Program Unggulan PT Kaltim Methanol Industri
Sebagai bagian dari strategi pengelolaan lingkungan, PT Kaltim Methanol Industri mengimplementasikan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) sebagai salah satu program unggulan. Penerapan CCU menjadi metanol ini menjadi yang pertama di industri kimia Indonesia, menandai langkah awal transformasi menuju praktik industri yang lebih berkelanjutan.
Melalui pendekatan tersebut, PT Kaltim Methanol Industri mampu mengelola kelebihan emisi CO₂ hingga 45.000 ton/tahun menjadi sekitar 23.000 ton/tahun. Hal ini berkontribusi terhadap transisi energi rendah karbon sekitar 3,7% dari total produksi perusahaan.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa emisi karbon tidak hanya ditekan, tetapi juga dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku bernilai tambah dalam proses produksi. Hal tersebut mencerminkan perubahan paradigma industri, di mana karbon tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya strategis yang dapat dioptimalkan dalam rantai nilai.
Implementasi ini turut berkontribusi dalam menurunkan intensitas emisi perusahaan, sekaligus mendukung agenda transisi menuju net zero emission (NZE) nasional.
PT Kaltim Methanol Industri juga mendorong inovasi sosial melalui program "Kotak Kehidupan" (Kemasan Efisien Hasil Ikan dengan Utilisasi Pendinginan Nitrogen), yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat pesisir. Program ini menghadirkan solusi penyimpanan hasil tangkapan bagi nelayan dengan memanfaatkan liquid nitrogen hasil daur ulang proses industri untuk menghasilkan es tanpa listrik.
Inovasi ini dikembangkan melalui fabrikasi ulang dan modifikasi material bekas menjadi cold box dan cold storage. Dengan teknologi tersebut, es yang dihasilkan mampu bertahan hingga 72 jam, sehingga menjaga kualitas ikan lebih lama dan meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan. Selain menjawab kebutuhan nelayan, program ini juga turut mendukung pengelolaan limbah perusahaan, menciptakan manfaat lingkungan sekaligus sosial secara berkelanjutan.
(mae/mae)

















































