Wabah Baru Mengganas di AS, Infeksi Parasit Naik Tajam

4 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Wabah screwworm atau larva lalat pemakan jaringan hidup pada hewan ternak kian mengganas di Amerika Serikat (AS). Jumlah kasus infeksi yang terkonfirmasi terus bertambah dalam waktu singkat dan mulai menyebar keluar wilayah awal penularan, memicu kekhawatiran di sektor peternakan.

Layanan Inspeksi Kesehatan Hewan dan Tumbuhan (APHIS) di bawah Departemen Pertanian AS (USDA) melaporkan hingga pertengahan Juni 2026 terdapat 12 kasus infeksi pada hewan. Angka ini meningkat tajam dibandingkan kasus pertama yang ditemukan pada seekor anak sapi di Texas Selatan pada 3 Juni lalu.

"Ini seharusnya membunyikan alarm di seluruh negeri. Setiap hari kita menunda memberi hama ini kesempatan lain untuk menyebar," kata Komisaris Pertanian Texas Sid Miller dalam pernyataannya, seperti dikutip Guardian, Rabu (17/6/2026).

Menurut pembaruan USDA, sebanyak 11 dari 12 kasus tersebut masih aktif. Kasus terbaru ditemukan pada 12 Juni di Sutton County, Texas Barat, setelah seekor domba dinyatakan terinfeksi. Penyebaran juga telah terdeteksi di sejumlah wilayah Texas lainnya serta Lea County di negara bagian New Mexico.

Hewan yang terinfeksi mencakup sapi, kambing, domba, dan seekor anjing. Screwworm sendiri merupakan larva lalat yang berkembang di luka terbuka dan memakan jaringan hidup hewan berdarah panas. Parasit ini sempat hampir diberantas di AS pada 1970-an dan selama puluhan tahun jarang ditemukan.

Kemunculan kembali screwworm kini menimbulkan kekhawatiran terhadap industri peternakan AS, terutama ketika harga daging sapi masih berada di level tinggi. USDA pun mengimbau peternak segera melaporkan dugaan kasus infeksi dan mewaspadai gejala seperti luka yang membesar, munculnya belatung, serta lesi pada bagian tubuh tertentu.

Meski demikian, USDA menegaskan wabah ini tidak mengancam keamanan pangan. Screwworm tidak menginfeksi daging, buah-buahan, sayuran, maupun produk pangan lain yang dikonsumsi manusia.

Untuk menekan penyebaran, Miller mendorong penerapan Screwworm Adult Suppression System (Swass), yakni metode yang menggunakan umpan khusus untuk membunuh lalat dewasa yang masih subur.

"Anda tidak memenangkan pertempuran ini dengan satu alat. Anda membunuh lalat yang subur dengan Swass sambil membanjiri populasi yang tersisa dengan lalat steril," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian AS Brooke Rollins mengatakan pemerintah telah melepaskan sekitar 8 juta lalat steril, terdiri dari 4 juta melalui jalur darat dan 4 juta melalui udara. Di luar wilayah terdampak, Pennsylvania juga telah menerbitkan karantina pencegahan yang memperketat masuknya ternak dari daerah yang terpapar wabah guna mencegah penyebaran lebih lanjut.

(tfa/tfa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |