Jenderal Militer Nomor 3 China Tiba-Tiba Hilang, Ada Apa?

17 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pejabat militer China Jenderal He Weidong disebut-sebut sebagai salah satu target pembersihan yang dilakukan Presiden China Xi Jinping. Ia kini menghilang dari sorotan publik.

Jenderal He Weidong adalah salah satu dari dua wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CNC), organisasi kontrol militer, Partai Komunis Tiongkok. Ia menghilang dari pandangan publik lebih dari 10 hari yang lalu.

Melansir Washington Times, Jumat (4/4/2025), Badan Intelejen AS menganggap He Weidong adalah korban terbaru dari "pembersihan politik" di jajaran atas Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Hilangnya He Weidong juga telah menjadi subjek rumor selama berminggu-minggu.

Dikatakan dua pejabat mengonfirmasi bahwa presiden Xi Jinping sedang "membersihkan" Jenderal He. Tapi narasumber tersebut tak menyebutkan nama sehingga sulit divalidasi.

Diketahui Xi Jinping membangun kekuatan militer China secara agresif selama lebih daru satu dekade. Pembangunan itu telah membuat 43 perwira PLA disingkirkan.

Media barat mengatakan sebagian besar pembersihan itu dibingkai dalam narasi sebagai bagian dari kampanye anti korupsi. Namun para pejabat mengatakan sebagian besar pemecatannya merupakan bagian dari program Xi untuk mempromosikan kemurnian ideologis dalam jajarannya.

Seorang pejabat senior pertahanan China mengatakan pembersihan Jenderal He merupakan bagian dari kampanye politik Xi. Xi tidak mempercayai komandan militer paling seniornya, khawatir mereka tidak berkomitmen secara ideologis.

Dinamika internal militer China sulit untuk dipahami, serangkaian pembersihan antara pemimpin senior memang terlihat pada beberapa tahun terakhir. "Ada masalah korupsi di dalam PLA dan Xi mengetahuinya," kata pejabat tersebut.

Laman First Post menerangkan Xi telah memecat dan memenjarakan sejumlah pejabat sejak berkuasa pada tahun 2012 lalu, atas nama pembersihan pemerintah China dari korupsi. Namun, klaim laman itu, tujuan sebenarnya dari pembersihan tersebut terlihat untuk menempatkan orang-orang yang selalu setuju pada posisi berkuasa untuk mengonsolidasikan posisinya sendiri dan memastikan bahwa tidak seorang pun dapat menantang otoritasnya.


(sef/sef)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Xi Jinping Bertemu Para CEO Global, Bahas Soal Tarif?

Next Article Media Asing Ramai Sorot Prabowo Mau ke China Ketemu Xi Jinping

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |