Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan lonjakan signifikan pada penyaluran kredit ke ekosistem pemerintahan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sepanjang kuartal II-2026. Segmen ini tumbuh 41,6% secara tahunan (yoy), menjadi salah satu motor utama pertumbuhan kredit perseroan yang tercatat mencapai Rp1.592 triliun, tumbuh 19,9% yoy atau hampir dua kali lipat dari rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan nasional.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, mengatakan lonjakan kredit ke ekosistem pemerintah dan BUMN ini tidak lepas dari peran perseroan sebagai penopang berbagai program strategis nasional. Ia menegaskan bahwa penyaluran kredit tersebut memberikan dampak langsung terhadap peningkatan layanan publik.
"Pemberian kredit ini berdampak langsung dan peningkatan layanan publik, berbagai layanan strategis energi, ketahanan pangan, kami dukung sepenuhnya, termasuk program pembiayaan produktif seperti KUR," ujar Riduan dalam paparan kinerja kuartalan yang digelar secara daring, Kamis (23/7/2026).
Sinergi dengan Program Prioritas Pemerintah
Riduan menjelaskan bahwa momentum penyaluran kredit ke sektor pemerintahan dan BUMN ini juga sejalan dengan kondisi fiskal pemerintah yang semakin solid pada kuartal II-2026, di mana penerimaan maupun belanja negara sama-sama mengalami akselerasi. Kondisi tersebut, menurutnya, memberi ruang lebih besar bagi pemerintah untuk mendorong berbagai program prioritas, sekaligus membuka peluang sinergi pembiayaan bagi perbankan nasional.
"Dengan demikian, pemerintah tidak hanya mampu, tapi mendorong ekonomi," kata Riduan, seraya menambahkan bahwa kebijakan moneter yang suportif turut diarahkan untuk menjaga keseimbangan stabilitas makroekonomi sekaligus keberlanjutan pertumbuhan.
Selain menopang segmen pemerintah dan BUMN, Bank Mandiri juga mencatatkan pertumbuhan kredit yang kuat pada dua ekosistem lain, yakni ekosistem bisnis penopang ekonomi yang tumbuh 17,7% yoy - di mana perseroan berperan sebagai mitra strategis perusahaan-perusahaan besar nasional - serta ekosistem UMKM kerakyatan yang tumbuh 15,7% yoy sebagai upaya mendorong pemerataan akses pembiayaan.
Kualitas Aset Tetap Terjaga
Di tengah ekspansi kredit yang agresif tersebut, Bank Mandiri tetap menjaga disiplin dalam pengelolaan risiko. Rasio kredit bermasalah alias Non-Performing Loan (NPL) perseroan tercatat hanya 0,15%, jauh di bawah rata-rata industri. Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri juga tumbuh 17,1% yoy, di atas level pertumbuhan industri, yang menurut Riduan mencerminkan tingkat kepercayaan nasabah yang tetap tinggi terhadap perseroan.
"Kinerja dan fundamental solid tersebut membuat kami optimistis Bank Mandiri dapat menghadirkan kontribusi yang positif, sehat, dan signifikan dalam memperkuat sekaligus mendorong ekonomi nasional yang berkelanjutan," tutup Riduan.
(fsd/fsd)
Addsource on Google


















































