Militer AS mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan serangan terbaru mereka terhadap Iran atas arahan Presiden Donald Trump.
Puing-puing dan asap berserakan, di lokasi yang tidak diketahui, selama apa yang dikatakan Komando Pusat AS (CENTCOM) sebagai serangan terhadap Iran, dari gambar yag dirilis pada Rabu (22/7/2026). (via REUTERS/U.S. Central Command)
Militer AS mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan serangan terbaru mereka terhadap Iran atas arahan Presiden Donald Trump, untuk malam ke-12 berturut-turut serangan AS. (via REUTERS/U.S. Central Command)
"Pasukan AS menyerang target militer Iran termasuk kemampuan maritim, fasilitas penyimpanan rudal dan drone, situs pengawasan pantai, dan aset pertahanan udara," kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan dikutip dari Reuters. (via REUTERS/U.S. Central Command)
Perang Iran dimulai ketika AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari dan Iran membalas dengan serangannya sendiri terhadap Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan AS. (via REUTERS/U.S. Central Command)
Dalam 12 hari serangan berturut-turut sejak gencatan senjata Juni gagal, serangan Amerika telah meluas dari selatan ke wilayah barat dan tengah Iran. Komando Pusat militer AS mengatakan akan terus "lebih jauh melemahkan" kemampuan Iran untuk mengancam lalu lintas kapal. (via REUTERS/U.S. Central Command)
source on Google

















































