Istri Noel Bantah Intimidasi Ibu 'Sultan' Kemnaker: Kebohongan

8 hours ago 1
Jakarta -

Istri eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan (Noel) Silvia Rinita Harefa membantah melakukan intimidasi ke ibu terdakwa kasus pemerasan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang dikenal sebagai 'sultan' Kemnaker, Irvian Bobby Mahendro. Silvia mengaku akan mempolisikan Bobby terkait pemberian keterangan palsu di persidangan.

"Nggak ada aku intimidasi gitu. Jadi poinnya Bobby banyak berbohong di dalam persidangan, hal yang kecil aja dia harus karang kebohongan kan, sampai aku harus dibawa-bawa gitu kan. Terus berdasarkan info tersebut, rencananya aku akan melaporkan ke polisi kebohongan itu," kata Silvia Rinita Harefa di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (20/4/2026).

Silvia mengatakan hanya berkomunikasi sebatas perkenalan dan saling memberikan support saat bertemu dengan ibu Bobby ketika kunjungan tahanan di Rutan. Dia membantah kesaksian Bobby yang menyebutnya menghubungi ibu Bobby agar Bobby tak mengatakan apa pun terkait perkara ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aku nggak pernah ngomong, nggak ngomong kayak gitu cuma, 'Mih, udah, Mih, sebisa mungkin kita saling dukung saling support jangan saling memberatkan, yang udah di dalam udah kalau bisa kita bantu supaya kita ini nanti semua dapat hukuman yang seringan-ringannya'. Udah itu aja," ujarnya.

Noel mengatakan kesaksian Bobby sebagai fitnah untuknya. Dia membantah pernah menanyakan ke Bobby terkait 'basah' atau tidaknya praktik penerimaan uang sertifikasi K3.

"Luar biasa ya, dia memfitnah saya. Pertama dia bilang saya meng-apa memulai dari bulan September ya, sedangkan saya dilantik aja bulan Oktober. Pertama itu. Kedua dia bilang saya sudah mengetahui praktik-praktik, apa dana apa tuh, dana non-teknis itu. Sedangkan istilah K3 aja saya nggak ngerti," kata Noel di sela skors sidang.

"Kemudian, dia berkali-kali katanya saya nanya bahwa itu basah atau tidak, nih orang ini gila. Dan yang bohong banget itu bahwa saya dituduh mengintimidasi dia lewat orang tuanya," tambahnya.

Noel menyebutkan Bobby sering mengatasnamakan namanya. Dia menilai Bobby marah karena dicopot terkait praktik pemerasan ini.

"Ya masih suka main ini praktik ini, kan semua kan laporan ke saya, Pak, orang ini praktik. Dan dia selalu menyampaikan bahwa saya orangnya Wamen, saya orangnya Wamen. Saya nggak kenal orang ini saya bilang copot aja bilang. Dan itu bulan Mei saya copot gitu loh. Dan bulan Agustus ditangkap, saya yakin dia nyanyi ini karena dia marah karena saya copot," ujarnya.

Noel membantah penerimaan dan permintaan uang yang disampaikan Bobby. Dia mengaku akan meminta jaksa menghadirkan nama-nama yang disebut Bobby di persidangan terkait permintaan uang tersebut.

"100 persen tidak benar. 100 persen tidak benar gitu. Rp 1 miliar, Rp 50 juta. Saya bilang siapa orangnya? Buktiin dong dibawa ke sidang dong, jangan tidak. Ini karena kenapa? Ini akan menjadi fitnah. Ini kan tempat peradilan, ini penegakan hukum. Panggil atas nama hukum," ujarnya.

Noel mengakui penerimaan Ducati Scrambler warna biru dongker dari Bobby. Namun Noel membantah pernah meminta Ducati tersebut.

"Ya memang saya terima, saya terima ya seneng ya motor keren juga nih dikasih sama anak ini," kata Noel.

"Nggak pernah minta, dia bilang, dia nanya katanya hobi kamu apa, motor ya, hobi motor orang ini hebat banget saya udah tahu dia punya motor, ini nggak bohong tampangnya beler. Nih birokrat ni tipikal birokrat suka nipu kan, mukanya beler celananya lusuh nggak tahunya lihat tuh 28 miliar dari 2022 sampai 2023 transaksinya dia beli otomotif gitu loh beli kendaraan-kendaraan mewah," tambahnya.

Lebih lanjut, Noel mengakui menyematkan istilah 'sultan' Kemnaker ke Bobby. Dia berharap jaksa akan mengusut dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) aset Bobby.

"Iya, benar terbukti kan sultan kan anak ini? Pegawai kelas rendahan punya 34 mobil mewah apa itu? Sultan bukan itu?. Bayangkan dalam kurun waktu 2 tahun dia bisa transaksi Rp 28 M. 28 itu fakta persidangan nanti saya kasih tau BAP-nya ya saya bawa buat kawan-kawan saya tunjukin tuh. Itu bukan saya ngomong ya itu BAP dan pengakuan ya, bukan saya hasil imajinasi saya berpikir bukan gitu loh, bukan asumsi saya itu fakta," ujarnya.

Sebelumnya, Irvian Bobby Mahendro mengklaim menerima intimidasi sejak berada di rumah tahanan (Rutan) KPK. Bobby mengatakan ibunya juga dihubungi istri eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan (Noel).

Hal itu disampaikan Bobby saat menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/4/2026). Bobby bersaksi untuk terdakwa Noel, Fahrurozi selaku Dirjen Binwasnaker dan K3 pada Maret 2025, Miki Mahfud selaku pihak PT KEM Indonesia, serta Temurila selaku pihak PT KEM Indonesia.

Bobby mengatakan saat ini telah dipindah dari Rutan Merah Putih ke Rutan C1 gedung lama KPK. Dia menyebut istri Noel sempat menghubungi ibunya dan menyampaikan agar ia tak mengatakan apa-apa terkait perkara ini.

"Ada lagi yang menyangkut dengan Terdakwa Immanuel ini yang mau Saudara sampaikan?" tanya jaksa.

"Terkait dengan informasi tambahan bahwa kemarin saya setelah sidang ini, saya dipindah Rutan, dari rutan Merah Putih saya dipindah ke Rutan C1 dan setelah dari sidang ini hari berikutnya adalah kunjungan. Dari kunjungan tersebut, orang tua saya dateng, ibu saya datang, dan menyampaikan bahwa beliau dihubungi oleh istri Saudara Immanuel dan meminta bahwa saya untuk tidak ngomong apa-apa," jawab Bobby.

Bobby mengaku menyampaikan ke ibunya bahwa ia akan menyampaikan kejadian sebenarnya terkait perkara ini di hadapan majelis hakim. Bobby mengaku sudah menerima intimidasi sejak berada di Rutan.

"Saya sampaikan ke ibu saya, bahwa 'mama tenang aja saya akan menyampaikan apa yang, fakta yang sebenar-benarnya akan saya sampaikan di depan majelis yang terhormat ini'. Jadi tekanan dan intimidasi yang diterima oleh saya sudah mulai dari sejak saya berada di Rutan," ujar Bobby.

(mib/lir)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |