Imbauan Tunda Umrah dari Kemenhaj Saat Timur Tengah Memanas

3 hours ago 1
Jakarta -

Situasi di Timur Tengah memanas imbas Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) pun mengimbau warga Indonesia untuk menunda ibadah umrah demi keamanan.

Sebagaimana diketahui, AS dan Israel menyerang wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026) kota Iran. Kompleks kediaman pemimpin tertinggi Iran Khamenei di Teheran disebut telah dijatuhkan puluhan bom.

Khamenei beserta sejumlah petinggi militer Iran tewas karena serangan ini. Iran lantas melakukan serangan balasan kepada AS dan Israel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan balasan ini berdampak ke beberapa negara Timur Tengah seperti Bahrain, Qatar hingga Uni Emirat Arab (UEA). Negara-negara itu terdampak karena ada pangkalan militer atau aset militer AS di sana.

Kemenhaj pun mewanti-wanti terkait kondisi yang memanas di Timur Tengah. Berikut pernyataan mereka dirangkum detikcom.

Harap Warga Tunda Umrah

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengimbau masyarakat Indonesia untuk menunda dahulu pelaksanaan umrah sampai keadaan benar-benar kondusif. Hal itu dilakukan demi keamanan jemaah umrah.

"Kami ingin menyampaikan mengimbau kepada seluruh jamaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan sementara sampai dengan kondusivitas itu benar-benar hadir di Timur Tengah," ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam Instagram Kemenhaj, Minggu (1/3/2026).

Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh warga negara Indonesia yang akan menunaikan ibadah umrah di Saudi Arabia. Selanjutnya, jemaah umrah yang sedang menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci diingatkan untuk terus berkoordinasi dengan kantor urusan haji, konjen, hingga Pemerintah Indonesia di Saudi.

"Kementerian Luar Negeri (RI) siap memfasilitasi dan memberikan informasi yang cukup maupun perlindungan terhadap jemaah yang sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci dan memastikan maskapai penerbangan, pihak hotel dan sebagainya untuk melindungi dan memfasilitasi semua kebutuhan jemaat di Tanah Suci," katanya.

Dahnil mengimbau pihak keluarga yang berada di Tanah Air agar tetap tenang karena pemerintah Indonesia tetap fokus untuk memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah yang sedang menunaikan ibadah di Arab Saudi.

"Untuk jemaah yang segera akan kembali ke Tanah Air untuk terus berkomunikasi dengan travel-nya atau apabila menjadi jemaah umrah mandiri juga terus berkoordinasi dengan aparat yang sedang bertugas di Kementerian Luar Negeri maupun Kementerian Haji dan Umrah," jelas Dahnil.

Dahnil menjelaskan, bila maskapai penerbangan menunda kepulangan, maskapai penerbangan sudah berkomitmen untuk menyediakan penginapan sementara. "Juga perpanjangan visa disediakan oleh pemerintah Saudi Arabia apabila visanya telah habis kemudian Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Haji dan Umrah akan mendampingi seluruh persiapan kepulangan," sebutnya.

Selanjutnya, Dahnil memastikan persiapan penyelenggaraan haji 2026 berjalan sebagaimana semestinya. Ia mengatakan belum ada dampak yang signifikan dengan proses perencanaan dan persiapan penyelenggaraan haji 2026.

"Mudah-mudahan penyelenggaraan haji 2026 bisa berjalan lancar tidak berdampak dari konflik di Timur Tengah dan konflik di Timur Tengah bisa selesai bisa kembali reda dalam waktu dekat," pungkas Dahnil.

Kemenhaj Pantau 58.873 Jemaah Umrah di Saudi

Kementerian Haji dan Umrah terus memantau kondisi jemaah umrah Indonesia di Arab Saudi di tengah situasi Timur Tengah yang memanas. Sebanyak 58.873 ribu anggota jemaah umrah Indonesia ada di Arab Saudi.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Puji Raharjo, menyampaikan bahwa pemerintah terus memonitor perkembangan situasi secara cermat. Berdasarkan laporan melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh), tercatat sekitar 58.873 anggota jemaah umrah Indonesia berada di Arab Saudi.

"Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini," ujar Puji Raharjo dalam keterangannya dikutip dari laman Kemenhaj, Minggu (1/3/2026).

Puji meminta para Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) terus menjalin komunikasi dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, maupun KBRI Riyadh. Kemenhaj terus berupaya menjamin keselamatan jemaah Indonesia dan mengimbau keluarga jemaah di Indonesia agar tetap tenang.

"Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama," sebutnya.

Sejumlah penerbangan dari dan menuju Arab Saudi memang terdampak imbas situasi di Timur Tengah tersebut. Beberapa maskapai dilaporkan melakukan perubahan rute ataupun penundaan jadwal penerbangan yang berpengaruh terhadap jadwal keberangkatan dan kepulangan jemaah umrah Indonesia.

(dwr/dwr)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |