Jakarta -
Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Pandjaitan, menyinggung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ganja medis Indonesia. Ia ingin ada pendalaman riset tentang keberadaan ganja medis di RI hingga mengukur dampak positif dan negatifnya.
Hal itu disampaikan Hinca dalam rapat kerja Komisi III DPR terkait RUU tentang Narkotika dan Psikotropika di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026). Hinca menyinggung Kementerian Kesehatan hingga kini belum juga membuat riset tentang ganja medis.
"Kementerian Kesehatan berkali-kali ingkar dan melawan Mahkamah Konstitusi. Mahkamah Konstitusi memerintahkan pemerintah untuk bikin riset tentang ganja medis, nggak pernah dilakukan," kata Hinca dalam rapat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, jika sabu berdampak pada tindakan kriminal, sementara ganja hingga kini belum ada dampak dari sisi kriminal. Ia mencontohkan manfaat ganja dalam produksi pangan.
"Kalau sabu berdampak pada tindakan kriminal. Kalau ganja, nggak ada dampaknya pada kriminal. Di kampung kami di Simalungun, Saribudolok, pada waktu itu pertanian paling bagus di republik ini, pangan. Ternyata ganja cara terbaik melindungi tanaman dari virus-virus itu. Dan ganja makanan ternak untuk cepat besar. Berarti ketahanan pangan. Mengapa dimusuhi ganja medis?" ujarnya.
Ia lantas bertanya kepada Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto hingga Dirtipid Narkoba Brigjen Eko Hadi. Legislator Demokrat ini mengusulkan adanya Kawasan Ekonomi Khusus Ganja Medis Indonesia.
"Karena itu, Pimpinan, saya bertanya kepada BNN dan juga teman-teman ini, saya izinkan bertanya nih nanti dijawab, apakah Anda setuju dengan usulan saya kita bentuk Kawasan Ekonomi Khusus Ganja Medis Indonesia?" ujar Hinca.
Ia menyebut selama ini ganjar beredar gelap dan dilarang. Ia menyinggung wilayah yang diusulkan pembentukan KEK Ganja Medis Indonesia itu.
"Kan yang dilarang peredaran gelapnya. Kalau begitu, ya kita buat peredaran terang. Dari puluhan ribu pulau di Indonesia, ambil saja 10, fokus di situ semua, di situ rehabilitasinya semua di situ. Wah, kalau itu terjadi, keren itu," kata Hinca.
"Saya, pertanyaan saya tadi itu seandainya disetujui, ini bagus sekali. Saya mengusulkan dan apakah setuju Kawasan Ekonomi Khusus Ganja Medis Indonesia?" imbuhnya.
Lihat juga Video Bangun Pasar Ganja Medis Domestik, Argentina Pantau 51 Proyek Penelitiannya
(amw/gbr)


















































