Harga Bensin Naik 2 Kali Sebulan, SPBU Negara Ini Ramai Mirip Pasar

1 hour ago 1
Kendaraan menunggu giliran untuk mengisi bahan bakar di sebuah SPBU, karena Pakistan menaikkan harga bahan bakar di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Islamabad, Pakistan, 2 April 2026. (REUTERS/Naveed Mirza)

Kendaraan antre untuk mengisi bahan bakar di Islamabad, Pakistan, Kamis (2/4/2026) malam waktu setempat. Pemerintah negara tetangga RI tersebut resmi menaikkan harga bahan bakar diesel dan bensin akibat lonjakan harga minyak global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah. (REUTERS/Naveed Mirza)

Kendaraan menunggu giliran untuk mengisi bahan bakar di sebuah SPBU, karena Pakistan menaikkan harga bahan bakar di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Islamabad, Pakistan, 2 April 2026. (REUTERS/Naveed Mirza)

Kenaikan harga bahan bakar di Pakistan ini merupakan yang kedua kalinya dalam waktu kurang dari sebulan. Harga diesel akan dinaikkan sebesar 54,9% menjadi 520,35 rupee ($1,88) atau sekitar Rp 31.952 per liter, dan bensin sebesar 42,7% menjadi 458,40 rupee atau sekitar Rp 27,868 per liter. (REUTERS/Waseem Sattar)

Kendaraan menunggu giliran untuk mengisi bahan bakar di sebuah SPBU, karena Pakistan menaikkan harga bahan bakar di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Islamabad, Pakistan, 2 April 2026. (REUTERS/Naveed Mirza)

Menaikkan harga tidak dapat dihindari karena harga pasar internasional di luar kendali setelah perang AS-Iran, kata Menteri Perminyakan Pakistan, Ali Pervaiz Malik, dalam konferensi pers yang disiarkan di televisi pemerintah, bersama dengan Menteri Keuangan negara itu. (REUTERS/Waseem Sattar)

Kendaraan menunggu giliran untuk mengisi bahan bakar di sebuah SPBU, karena Pakistan menaikkan harga bahan bakar di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Islamabad, Pakistan, 2 April 2026. (REUTERS/Naveed Mirza)

Malik mengatakan pemerintah telah memberikan subsidi sebesar 129 miliar rupee dalam tiga minggu terakhir, tetapi hal itu tidak lagi terjangkau karena kenaikan harga minyak internasional. (REUTERS/Waseem Sattar)

Kendaraan menunggu giliran untuk mengisi bahan bakar di sebuah SPBU, karena Pakistan menaikkan harga bahan bakar di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Islamabad, Pakistan, 2 April 2026. (REUTERS/Naveed Mirza)

Warga Lahore, Mohammad Haris, mengatakan bahwa kebaikan yang telah dilakukan pemerintah telah hilang setelah pecahnya perang Iran, dan bahwa rakyat miskin telah tertindas. Warga Karachi, Mohammad Kashif, mengatakan bahwa kenaikan harga tersebut merupakan ketidakadilan, menambahkan bahwa alih-alih membebankannya kepada masyarakat, pemerintah seharusnya menanggung sebagian beban tersebut sendiri. (REUTERS/Waseem Sattar)

Kendaraan menunggu giliran untuk mengisi bahan bakar di sebuah SPBU, karena Pakistan menaikkan harga bahan bakar di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Islamabad, Pakistan, 2 April 2026. (REUTERS/Naveed Mirza)

Keputusan ini kemungkinan akan berdampak pada inflasi yang lebih tinggi dan menghantam penduduk Pakistan yang miskin. Pakistan mengimpor minyak terutama dari Arab Saudi dan UEA melalui Selat Hormuz. (REUTERS/Naveed Mirza)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |