Kendaraan antre untuk mengisi bahan bakar di Islamabad, Pakistan, Kamis (2/4/2026) malam waktu setempat. Pemerintah negara tetangga RI tersebut resmi menaikkan harga bahan bakar diesel dan bensin akibat lonjakan harga minyak global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah. (REUTERS/Naveed Mirza)
Kenaikan harga bahan bakar di Pakistan ini merupakan yang kedua kalinya dalam waktu kurang dari sebulan. Harga diesel akan dinaikkan sebesar 54,9% menjadi 520,35 rupee ($1,88) atau sekitar Rp 31.952 per liter, dan bensin sebesar 42,7% menjadi 458,40 rupee atau sekitar Rp 27,868 per liter. (REUTERS/Waseem Sattar)
Menaikkan harga tidak dapat dihindari karena harga pasar internasional di luar kendali setelah perang AS-Iran, kata Menteri Perminyakan Pakistan, Ali Pervaiz Malik, dalam konferensi pers yang disiarkan di televisi pemerintah, bersama dengan Menteri Keuangan negara itu. (REUTERS/Waseem Sattar)
Malik mengatakan pemerintah telah memberikan subsidi sebesar 129 miliar rupee dalam tiga minggu terakhir, tetapi hal itu tidak lagi terjangkau karena kenaikan harga minyak internasional. (REUTERS/Waseem Sattar)
Warga Lahore, Mohammad Haris, mengatakan bahwa kebaikan yang telah dilakukan pemerintah telah hilang setelah pecahnya perang Iran, dan bahwa rakyat miskin telah tertindas. Warga Karachi, Mohammad Kashif, mengatakan bahwa kenaikan harga tersebut merupakan ketidakadilan, menambahkan bahwa alih-alih membebankannya kepada masyarakat, pemerintah seharusnya menanggung sebagian beban tersebut sendiri. (REUTERS/Waseem Sattar)


















































