Bali -
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melempar kelakar saat acara peresmian groundbreaking Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Jembrana, Bali. Dia mengatakan program terobosan Presiden Prabowo Subianto dijalankan tanpa memandang latar belakang partai politik.
"Jadi tidak heran kemudian kalau kita lakukan (groundbreaking) di Bali, Pak. Karena kampanyenya adalah green energy," kata Bahlil dalam sambutannya, Selasa (25/8/2026).
Di hadapan presiden, Bahlil bercerita sempat berguyon dengan Gubernur Bali I Wayan Koster. Kelakar itu, sebutnya, berkaitan dengan warna khas partai politik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi tadi saya sempat guyon dengan Pak Gubernur, mengelola negara ini jangan lihat warna. Presiden kita Ketua Umum Gerindra, Menterinya (ESDM) adalah Ketua Umum Golkar. Tapi eksekusi program PLTS di Kandang Merah," ujarnya yang sontak memantik tawa hadirin.
Bahlil kemudian mengatakan implementasi ini merupakan kolaborasi yang baik oleh pemerintah.
"Ini sebagai bentuk kolaborasi yang paten. Mudah-mudahan pikiran Pak Gubernur ini terilhami oleh semua kader partai politik lain di bangsa kita," tuturnya.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Jembrana, Bali. Prabowo akan meresmikan groundbreaking program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp pada tahap pertama hari ini.
Prabowo tiba pada pukul 15.28 Wita di lokasi acara. Acara dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, antara lain Menko Polkam Djamari Chaniago, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan program ini bertujuan memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.
"Program ini merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air, yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil," kata Prasetyo kepada wartawan.
Prabowo, menurut Prasetyo, telah menginstruksikan agar pembangunan 100 GWp PLTS dipercepat dan diselesaikan pada 2029. Efisiensi biaya listrik diperkirakan mencapai Rp 73,9 triliun per tahun.
Di samping itu, Prasetyo mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS sekaligus penghentian 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Indonesia memiliki potensi energi surya sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp.
Program ini, jelasnya, akan dibangun bertahap, yakni Tahap I 17 GWp, Tahap II 18 GWp, dan Tahap III 30 GWp.
Lihat juga Video: Prabowo Resmikan PLTS 100 GW, Target Rampung dalam 3 Tahun
(fca/ygs)


















































