Jakarta -
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031. Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji berharap kepemimpinan baru PBNU bisa menjaga persatuan bangsa.
"Tentunya kami menyampaikan selamat kepada Kiai Miftach (Miftachul Akhyar Rais Aam) dan Gus Kikin. Kami yakin Kiai Miftach dan Gus Kikin bisa membawa NU untuk terus menjaga persatuan bangsa," kata Sarmuji dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).
Sarmuji mengatakan salah satu tugas kepengurusan baru PBNU ialah kembali menyatukan berbagai faksi yang sempat panas selama proses Muktamar. Dia berharap Gus Kikin bisa menjadi jembatan bagi kelompok-kelompok di internal NU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami yakin Gus Kikin bisa menjadi sosok yang akomodatif, merangkul semua kelompok di PBNU yang mungkin sempat memanas karena Muktamar," jelasnya.
"Kami mengenal sosok Gus Kikin sangat bijaksana, teladan yang bisa membawa NU guyub, adem bagi semuanya," tambahnya.
Lebih lanjut, Sarmuji menilai suksesi kepemimpinan PBNU memiliki arti strategis bagi kehidupan berbangsa. Menurutnya, NU sebagai salah satu organisasi masyarakat Islam terbesar memiliki peran penting dalam menjaga moderasi beragama di Indonesia.
"NU adalah pilar kebangsaan. Siapa pun yang memimpin PBNU otomatis mengemban tanggung jawab menjaga wajah Islam Indonesia yang toleran dan moderat, sekaligus menjadi mitra strategis negara dalam merawat NKRI," ujar Sarmuji.
Ketua Fraksi Golkar DPR RI ini juga berharap kepengurusan baru PBNU memperkuat kemandirian ekonomi pesantren dan umat. Menurutnya, jaringan pesantren NU yang tersebar di berbagai daerah punya potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi kerakyatan.
"Kami berharap kepengurusan baru PBNU dapat semakin mendorong kemandirian ekonomi pesantren dan umat, sehingga NU tidak hanya menjadi kekuatan moral-keagamaan, tapi juga motor penggerak kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput," ujarnya.
Sebelumnya, Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) telah memilih Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang baru. KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih menjadi Ketum PBNU periode 2026-2031.
"Anggota Ahlul Halil Wal Aqdi (AHWA) memutuskan secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2026-2031," kata KH Anwar Iskandar membacakan sidang pleno Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Terpilihnya Gus Kikin ini melalui sejumlah proses yang terjadi di muktamar. Awalnya, para muktamirin menggelar pemilihan suara untuk menyaring lima besar calon Ketum PBNU. Dari perolehan itu, Gus Kikin meraih peringkat pertama dengan 472 suara.
(amw/eva)


















































